Ini
adalah sebuah kumpulan “cucu-cucu eyang” yang berasal dari sebuah keluarga
harmonis yang hidup di tengah desa.
Sadar
tidak sadar semakin hari usia kita
semakin bertambah, artinya kita semakin tua. Tak berasa waktu yang berlalu
telah begitu cepat. Terkejutlah aku ketika menemukan album usang yang berada
diantara tumpukan buku didalam lemari..Satu demi satu halaman aku buka.
Woowww!!!! Foto siapa ini??? Anak-anak kecil yang lucu, imut dan bawel berpose
anarkis didepan kodak jadoel.Ternyata eh ternyata, INI FOTO AKU DAN
SEPUPU-SEPUPU AKU. Ooh My God!
Enggak cuma aku, eyang sama mamaku juga ngakak sampai nangis gara-gara liat foto alay itu. Mereka nangis liat foto sepupu aku, soalnya pas kecil sepupu aku itu beberapa kali (hampir) mau mati gara-gara sakit-sakitan. Tapi sampai sekarang dia masih hidup J. Betapa senangnya ketika mengingat masa-masa kecil yang begitu indah, penuh tawa lebar dan teriakan tangis akibat berduel dengan sepupu-sepupu. Bermain layangan didepan rumah, liburan kepantai dengan berdesakan didalam mobil, berebut chanel TV, makan barengan, tidur barengan, hingga mandi barengan. ITU DULU..
Sekarang kami sudah tumbuh menjadi cowok-cowok macho dan cewek-cewek tangguh. Tak ada lagi bermain bersama seperti dulu. Jalan kehidupan sudah terbuka dan mulai dijalani untuk menentukan masa depan kami. Sekarang kami berada ditempat perantauan yang berbeda, meskipun salah dua diantara kami ada yang berjuang ditempat yang sama. Inilah sedikit potret anarkis lima dari sebelas “cucu-cucu eyang”
Enggak cuma aku, eyang sama mamaku juga ngakak sampai nangis gara-gara liat foto alay itu. Mereka nangis liat foto sepupu aku, soalnya pas kecil sepupu aku itu beberapa kali (hampir) mau mati gara-gara sakit-sakitan. Tapi sampai sekarang dia masih hidup J. Betapa senangnya ketika mengingat masa-masa kecil yang begitu indah, penuh tawa lebar dan teriakan tangis akibat berduel dengan sepupu-sepupu. Bermain layangan didepan rumah, liburan kepantai dengan berdesakan didalam mobil, berebut chanel TV, makan barengan, tidur barengan, hingga mandi barengan. ITU DULU..
Sekarang kami sudah tumbuh menjadi cowok-cowok macho dan cewek-cewek tangguh. Tak ada lagi bermain bersama seperti dulu. Jalan kehidupan sudah terbuka dan mulai dijalani untuk menentukan masa depan kami. Sekarang kami berada ditempat perantauan yang berbeda, meskipun salah dua diantara kami ada yang berjuang ditempat yang sama. Inilah sedikit potret anarkis lima dari sebelas “cucu-cucu eyang”
Foto
ini di ambil sekitar tahun 2002. Dimulai dari kiri atas, anak yang pakai baju
pink itu aku. Sebenernya aku nggak percaya si kalau itu aku, tapi apa boleh
buat itu memang aku. Sebegitu pede-nya pose didepan kamera K.
Disebelah kiriku ada balita imut-imut, panggilannya Dede. Sebenernya nama
aslinya Tania tapi karena dari bayi dipanggil Dede, akhirnya panggilan itu
kebawa sampai besar. Lanjut, anak laki-laki yang pake kaos biru itu namanya
Edi. Cita-citanya dari kecil ingin jadi polisi. Dia adalah abang sepupuku yang paling kalem
dan ga suka neko-neko. Bawah kiri, itu Dodo. Dia adalah adik dari Edi, anaknya
pinter tapi agak bandel. Disebelahnya, ada Evan atau biasa dipanggil Fajar. Ini
dia abangku yang paling bandel dan sering sakit-sakitan (dulu). Hobinya
otak-atik motor. Kata orang, dulu waktu kecil mukaku mirip sama dia K.
Sekarang,
tahukah kalian??????????????? Anak-anak yang ada difoto itu udah besar. Ini
dia!!!
Siapa
dia????? Itu gue!!!!!! Sekarang aku sedang melanjutkan kuliah di salah satu PTN
di kota Surakarta (Solo). Sebenarnya aku juga tak menyangka kalau aku akan
merantau demi mencari ilmu di kota ini. Tapi apa boleh buat, Tuhan
menghendakiku untuk merasakan suasana kota “Spirit of Java” ini.
Siapa
dia????? Itu Edi. Cita-citanya ga kesampaian jadi polisi, alhasil dia masuk
pelayaran yang berada di kota Semarang. Meskipun usianya beda empat tahun sama
aku, tapi dia kuliah bareng angkatanku. Yah apalagi kalau bukan karena mengejar
cita-cita yang tak kesampaian.
Siapa
dia????? Itu Evan. Dia juga masuk pelayaran bareng Edi, tapi beda jurusan.
Karena hobinya otak-atik motor jadi dia masuk jurusan mekanik.
Siapa
dia??? Itu Dodo. Sekarang dia udah jadi anak abege dan duduk dibangku kelas 3
SMP. Kata temen-temenku mukanya dia agak mirip sama Iqbal Cjr (emang iya
yah??). Dulu pas aku jalan sama dia, ada yang ngira juga kalo aku jalan sama
Iqbal Cjr. Eeeaaaakkk.
Siapa
dia?? Itu Dede. Yah, dia sekarang juga tumbuh jadi gadis abege dan sedang duduk
dibangku kelas 2 SMP. Sebagai gadis abege, dia juga ga mau kalah modis sama
remaja-remaja lainnya. Maklum, masih ababil.
Ya,,
itulah deretan metamorfosa dari kami, ‘cucu-cucu eyang’. Harapanku cuma satu.
Semoga kami memiliki masa depan yang cerah dan tetap menjadi keluarga sampai
kapanpun J.





