Jumat, 01 Maret 2013

CUCU-CUCU EYANG


Ini adalah sebuah kumpulan “cucu-cucu eyang” yang berasal dari sebuah keluarga harmonis yang hidup di tengah desa.
Sadar tidak sadar  semakin hari usia kita semakin bertambah, artinya kita semakin tua. Tak berasa waktu yang berlalu telah begitu cepat. Terkejutlah aku ketika menemukan album usang yang berada diantara tumpukan buku didalam lemari..Satu demi satu halaman aku buka. Woowww!!!! Foto siapa ini??? Anak-anak kecil yang lucu, imut dan bawel berpose anarkis didepan kodak jadoel.Ternyata eh ternyata, INI FOTO AKU DAN SEPUPU-SEPUPU AKU. Ooh My God!
     Enggak cuma aku, eyang sama mamaku juga ngakak sampai nangis gara-gara liat foto alay itu. Mereka nangis liat foto sepupu aku, soalnya pas kecil sepupu aku itu beberapa kali (hampir) mau mati gara-gara sakit-sakitan. Tapi sampai sekarang dia masih hidup
J. Betapa senangnya ketika mengingat masa-masa kecil yang begitu indah, penuh tawa lebar dan teriakan tangis akibat berduel dengan sepupu-sepupu. Bermain layangan didepan rumah, liburan kepantai dengan berdesakan didalam mobil, berebut chanel TV, makan barengan, tidur barengan, hingga mandi barengan. ITU DULU..
     Sekarang kami sudah tumbuh menjadi cowok-cowok macho dan cewek-cewek tangguh. Tak ada lagi bermain bersama seperti dulu. Jalan kehidupan sudah terbuka dan mulai dijalani untuk menentukan masa depan kami. Sekarang kami berada ditempat perantauan yang berbeda, meskipun salah dua diantara kami ada yang berjuang ditempat yang sama.  Inilah sedikit potret anarkis lima dari sebelas “cucu-cucu eyang”


Foto ini di ambil sekitar tahun 2002. Dimulai dari kiri atas, anak yang pakai baju pink itu aku. Sebenernya aku nggak percaya si kalau itu aku, tapi apa boleh buat itu memang aku. Sebegitu pede-nya pose didepan kamera K. Disebelah kiriku ada balita imut-imut, panggilannya Dede. Sebenernya nama aslinya Tania tapi karena dari bayi dipanggil Dede, akhirnya panggilan itu kebawa sampai besar. Lanjut, anak laki-laki yang pake kaos biru itu namanya Edi. Cita-citanya dari kecil ingin jadi polisi.  Dia adalah abang sepupuku yang paling kalem dan ga suka neko-neko. Bawah kiri, itu Dodo. Dia adalah adik dari Edi, anaknya pinter tapi agak bandel. Disebelahnya, ada Evan atau biasa dipanggil Fajar. Ini dia abangku yang paling bandel dan sering sakit-sakitan (dulu). Hobinya otak-atik motor. Kata orang, dulu waktu kecil mukaku mirip sama dia K.
Sekarang, tahukah kalian??????????????? Anak-anak yang ada difoto itu udah besar. Ini dia!!!


Siapa dia????? Itu gue!!!!!! Sekarang aku sedang melanjutkan kuliah di salah satu PTN di kota Surakarta (Solo). Sebenarnya aku juga tak menyangka kalau aku akan merantau demi mencari ilmu di kota ini. Tapi apa boleh buat, Tuhan menghendakiku untuk merasakan suasana kota “Spirit of Java” ini.


Siapa dia????? Itu Edi. Cita-citanya ga kesampaian jadi polisi, alhasil dia masuk pelayaran yang berada di kota Semarang. Meskipun usianya beda empat tahun sama aku, tapi dia kuliah bareng angkatanku. Yah apalagi kalau bukan karena mengejar cita-cita yang tak kesampaian.

Siapa dia????? Itu Evan. Dia juga masuk pelayaran bareng Edi, tapi beda jurusan. Karena hobinya otak-atik motor jadi dia masuk jurusan mekanik.

Siapa dia??? Itu Dodo. Sekarang dia udah jadi anak abege dan duduk dibangku kelas 3 SMP. Kata temen-temenku mukanya dia agak mirip sama Iqbal Cjr (emang iya yah??). Dulu pas aku jalan sama dia, ada yang ngira juga kalo aku jalan sama Iqbal Cjr. Eeeaaaakkk.

Siapa dia?? Itu Dede. Yah, dia sekarang juga tumbuh jadi gadis abege dan sedang duduk dibangku kelas 2 SMP. Sebagai gadis abege, dia juga ga mau kalah modis sama remaja-remaja lainnya. Maklum, masih ababil.

Ya,, itulah deretan metamorfosa dari kami, ‘cucu-cucu eyang’. Harapanku cuma satu. Semoga kami memiliki masa depan yang cerah dan tetap menjadi keluarga sampai kapanpun J.