Apa
yang kuinginkan kadang tak sesuai dengan apa yang ada didalam kepalaku,
apa yang kuimpikan kadang tak punya anak tangga yang kuat untuk
menampung segalanya, apa yang kuharapkan kadang tak berbandinglurus
dengan kenyataan yang ada didepan kedua mataku.
Aku
hanya bisa menuliskan semua yang kurasakan, dengan segala emosi dan
kekecewaan yang ada diujung jari-jari marahku. Lalu kemudian membukanya
kembali dikemudian hari, saat hati tak lagi gundah… saat jiwa tak lagi
gelisah…
Lalu
tahukah apa yang terjadi saat aku membukanya lagi? Aku hanya akan
tertawa mentertawakan diriku sendiri, mencemooh segala emosi yang
tertulis dalam tulisan lamaku, dan tangan kananku menyentuh tombol
bertuliskan “hapus”. Ya, “Hapus”… dan itulah yang selalu terjadi atas
segala ungkapan emosi yang terjadi dalam hidupku. Tak
perlu selalu dalam tulisan… aku selalu menghapusnya. Tak ada emosi yang
panjang, segalanya hanya sesaat… lantas kemudian akan menghilang entah
kemana karena pada akhirnya hanya ada tawa yang menyeruak dari dalam
jiwaku.
Mimpiku
sedang melesat terlalu tinggi tanpa membawaku turut serta, anganku
sudah sampai diatas sana sementara kaki ini masih berpijak diatas tanah.
Aku menunggu harapan datang menjemputku, tapi rupanya dia berbelok ke
arah yang berbeda denganku. Kini aku berada dalam sebuah lingkaran yang
kalian sebut "kebingungan", dia sedang asik mempermainkan diriku
berenang-renang didalamnya. Entah sampai kapan akan begini, aku hanya
ingin segalanya segera berakhir hingga harapan baru muncul dan berjalan
beriringan denganku... Tanpa melakukan kesalahan yang sama seperti
harapan-harapan sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar