Haiii Bulan... Apa kabar?? Pasti
dirimu baik di angkasa.. Malam kemarin aku bertemu dengan soulmatemu, siapa
lagi kalau bukan Bintang. Maafkan aku yang telah mencuri sedikit waktu untuk
berbincang dengan Bintang. Malam itu tak ada satupun yang mau menemaniku. Aku
benar-benar kesepian. Hingga akhirnya Bintang muncul bertaburan di angkasa saat
aku membuka jendela kamarku. Kala itu
aku berbagi perasaan yang seharusnya tak kubagikan pada siapapun.Yah siapapun
pasti tak mau jika diberi rasa kesedihan. Tapi Bintang mau mendengar perasaanku
saat itu. Oohh sungguh Bintang memang teman yang baik J.
Saat itu aku bertanya pada Bintang
tentang arti sebuah ketulusan. Awalnya Bintang hanya membisu, tapi aku memaksa
untuk menjawabnya. Dia berkata bahwa “KETULUSAN ADALAH HASIL DARI KEPERCAYAAN
DITAMBAH KASIH SAYANG DIBAGI KESABARAN”. Jujur, aku bingung memahami kalimat
tersebut. Mungkin aku salah satu gadis terbodoh di dunia yang tak bisa memahami
kalimat sederhana itu atau memang kalimat itu sulit dimengerti, entahlah aku
tak tahu. Bintang menjelaskan luas kalimat tersebut mulai dari panjang kali
lebar. Tapi masih saja aku tak mengerti jika kalimat itu direalitakan. Bodoh!
Memang aku bodoh!
Tak hanya itu, aku juga bertanya
tentang sahabat sejati. Kali ini Bintang
langsung menjawab tanpa kupaksa. “SAHABAT SEJATI ITU MEREKA YANG SELALU MENASEHATIMU
UNTUK MELIHAT KEBAWAH KETIKA KAMU BERADA DIPUNCAK KEBERHASILANMU DAN MEMBERIMU EMBUN PENYEJUK
DIKALA KAMU TERJATUH”. Otak ini mencoba
untuk mencerna kalimat itu dan ternyata,,, berhasil!!!! Yah, aku belum memiliki
seseorang yang berstatus sahabat sejati untukku. Intuisi ini berbisik mungkin
saja tak seorangpun yang mau memiliki status sahabat sejati untuk diriku. Iya,
memang diriku ini tak pantas memiliki orang yang seperti itu. Hina rasanya!
Semakin malam semakin dingin,
semakin panas pula bincang-bincang kami. Topik baru. Bintang mulai
memancing-mancingku dengan kalimat ‘Pujaan Hati’. Oohh Bintang... ledekanmu
membuatku semakin terpojok dan tersinggung L. Sudah berkali-kali hati ini
mencintai secara diam-diam namun tak ada pula respon balik. Beginilah nasibku
mengagumi tanpa dicintai. Sekali lagi, mencintai diam-diam. Terserah mau dikata
kalau aku pengecut atau apalah. Aku bukan sosok orang yang suka mengumbar
perasaan cinta pada seseorang. Lebih baik kusimpan cintaku dalam ruang hati
ini. Ku tunggu seseorang yang berani masuk kedalam ruang hati ini. Itulah
salahku mencintai diam-diam, hingga tak ada satupun yang tau kalau aku
mencintainya.
Bintang hanya terbahak-bahak
mendengar curhatanku yang terakhir dimalam itu. Aku hanya terdiam dan merasakan
asinnya air mata. Ooh Bulan... Beruntunglah jadi kamu, ada Bintang yang setia
menemanimu. Meski ku tahu tak setiap malam kamu dan Bintang selalu
berdampingan. Hujan, badai, gerhana, yang kadang menelan kalian dalam kegelapan
tak membuat kalian berpisah. Aku tahu dibalik angkasa sana kamu selalu
bersama-sama J.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar