Kamis, 23 Mei 2013

BULAN DAN BINTANG


Haiii Bulan... Apa kabar?? Pasti dirimu baik di angkasa.. Malam kemarin aku bertemu dengan soulmatemu, siapa lagi kalau bukan Bintang. Maafkan aku yang telah mencuri sedikit waktu untuk berbincang dengan Bintang. Malam itu tak ada satupun yang mau menemaniku. Aku benar-benar kesepian. Hingga akhirnya Bintang muncul bertaburan di angkasa saat aku membuka jendela kamarku.  Kala itu aku berbagi perasaan yang seharusnya tak kubagikan pada siapapun.Yah siapapun pasti tak mau jika diberi rasa kesedihan. Tapi Bintang mau mendengar perasaanku saat itu. Oohh sungguh Bintang memang teman yang baik J.
Saat itu aku bertanya pada Bintang tentang arti sebuah ketulusan. Awalnya Bintang hanya membisu, tapi aku memaksa untuk menjawabnya. Dia berkata bahwa “KETULUSAN ADALAH HASIL DARI KEPERCAYAAN DITAMBAH KASIH SAYANG DIBAGI KESABARAN”. Jujur, aku bingung memahami kalimat tersebut. Mungkin aku salah satu gadis terbodoh di dunia yang tak bisa memahami kalimat sederhana itu atau memang kalimat itu sulit dimengerti, entahlah aku tak tahu. Bintang menjelaskan luas kalimat tersebut mulai dari panjang kali lebar. Tapi masih saja aku tak mengerti jika kalimat itu direalitakan. Bodoh! Memang aku bodoh!
Tak hanya itu, aku juga bertanya tentang sahabat sejati. Kali  ini Bintang langsung menjawab tanpa kupaksa. “SAHABAT SEJATI ITU MEREKA YANG SELALU MENASEHATIMU UNTUK MELIHAT KEBAWAH KETIKA KAMU BERADA DIPUNCAK  KEBERHASILANMU DAN MEMBERIMU EMBUN PENYEJUK DIKALA KAMU  TERJATUH”. Otak ini mencoba untuk mencerna kalimat itu dan ternyata,,, berhasil!!!! Yah, aku belum memiliki seseorang yang berstatus sahabat sejati untukku. Intuisi ini berbisik mungkin saja tak seorangpun yang mau memiliki status sahabat sejati untuk diriku. Iya, memang diriku ini tak pantas memiliki orang yang seperti itu. Hina rasanya!
Semakin malam semakin dingin, semakin panas pula bincang-bincang kami. Topik baru. Bintang mulai memancing-mancingku dengan kalimat ‘Pujaan Hati’. Oohh Bintang... ledekanmu membuatku semakin terpojok dan tersinggung L. Sudah berkali-kali hati ini mencintai secara diam-diam namun tak ada pula respon balik. Beginilah nasibku mengagumi tanpa dicintai. Sekali lagi, mencintai diam-diam. Terserah mau dikata kalau aku pengecut atau apalah. Aku bukan sosok orang yang suka mengumbar perasaan cinta pada seseorang. Lebih baik kusimpan cintaku dalam ruang hati ini. Ku tunggu seseorang yang berani masuk kedalam ruang hati ini. Itulah salahku mencintai diam-diam, hingga tak ada satupun yang tau kalau aku mencintainya.
Bintang hanya terbahak-bahak mendengar curhatanku yang terakhir dimalam itu. Aku hanya terdiam dan merasakan asinnya air mata. Ooh Bulan... Beruntunglah jadi kamu, ada Bintang yang setia menemanimu. Meski ku tahu tak setiap malam kamu dan Bintang selalu berdampingan. Hujan, badai, gerhana, yang kadang menelan kalian dalam kegelapan tak membuat kalian berpisah. Aku tahu dibalik angkasa sana kamu selalu bersama-sama J.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar