Jumat, 27 Desember 2013

Liburan???

Akhir 2013 tinggal menghitung hari. Aroma liburan semester sudah tercium oleh hidung pandaiku. Jelaslah bahagia jika mahasiswa mahasiwi mendengar kata liburan. Liburan, sebuah kata yang berarti merdeka dari berbagai tugas yang menggunung seperti Gunung Merapi. Liburan, sebuah kata yang mendefinisikan bebas dari laporan yang membuat tidur tak nyenyak dan begadang bermalam-malam. Liburan, sebuah kata yang bermaksud membebaskan diri dari segala dunia kampus.
Bukan. Bukan itu makna liburan. Bagiku, liburan adalah waktu yang membuat antara sedih dan senang. Minggu pertama liburan, jantung ini serasa mau copot ketika menatap portal akademik menunggu nilai hasil kerja keras selama satu semester yang muncul di siakad. Pertengahan liburan, hati ini galau gundah gulana mengisi KRS untuk menentukan mata kuliah apa yang akan diambil semester depan. Belum lagi tanah kelahiranku yang bisa dibilang tempat nan pelosok, koneksi internet dan sinyal yang ada membuat dunia seakan-akan tuli informasi dan melatih kesabaran yang luar biasa untuk membuka siakad.
Buka hanya itu. Liburan juga mengubah statusku menjadi pengangguran tak berupah yang lantang-luntung kesana kemari tak tentu arah dan tujuan. Lebih parah lagi, liburan membuatku kesepian tak berkawan. Teman-teman sebaya didekat rumahku kebanyakan sudah bekerja dan menjadi manusia ber-uang. Ada pula yang sudah berjodoh, bahkan sudah ada yang menimang anaknya sendiri. Teman-teman SMAku yang se-geng sepenanggungan semua rumahnya jauh dari rumahku, maklumlah hidupku terbengkalai ditempat terpencil. Liburan itu... SERAM bukan??? -______________-

Meski hanya meninggalkan kota The Spirit of Java dan kembali ke kota Ngapak dalam waktu satu bulan, Berat sekali rasanya meninggalkan tanah rantau ini dan di sisi lain aku juga rindu pada kampung halamanku...

Ooohh SOLO, Ooohh PURBALINGGA~

Senin, 23 Desember 2013

BUSINESS WOMAN

Lihat! Status bukan lagi pelajar, tetapi Mahasiswa!
     Kini bukan sedang mencari jati diri, tetapi saatnya menunjukan siapa jati diri kita sebenarnya. Masa lalu biarkan masa lalu *NYANYIDANGDUT. Mulailah hadapi masa kini dan susun serpihan mimpi untuk masa depan. Okeh, berhubung tidak lagi berstatus dibawah umur, waktunya kita bahas untuk masa depan. Apa yang kita lakukan masa kini akan menetukan bagaimana masa depan kita. Sebelumnya aku ucapkan beribu-ribu trimakasih kepada orang tua, terutama Ibu yang telah bersusah payah melahirkanku.
     Dulu sewaktu aku berusia 7 tahunan aku memiliki sebuah buku kecil dan sebatang pulpen hitam yang kujadikan catatan disaat aku bermain kantor-kantoran dengan teman-teman. Aku masih ingat didalam buku tersebut aku menulis perusahaan-perusahaan, dikala itu aku tak tahu maksud perusahaan itu apa. Disitu aku berperan sebagai bos dalam suatu bisnis abal-abal ala anak kecil. Mungkin inilah takdir Alloh.
    Sekarang aku kuliah dibidang bisnis, tepatnya bisnis dibidang pertanian, lebih tepatnya lagi Jurusan Agribisnis. Mungkin ini adalah salah satu jalan yang diberikan Alloh kepadaku untuk mewujudkan apa yang pernah kuperankan semasa kecil, hingga menjadi kenyataan saat aku dewasa kelak. Walaupun sebenarnya dulu Bapakku menginginkanku untuk menjadi tenaga medis, sedangkan ibuku menginginkanku menjadi guru kelak. Namun dua pilihan tersebut tak ada satupun yang sejalan dengan hati nuraniku. 
     Setelah aku lulus kuliah ini aku ingin bekerja di sebuah perusahaan, menjadi Business Women, bahkan menjadi Bos (*Semoga ada malaikat lewat dan Alloh mengabulkan do'aku. Amin). Setelah aku sukses nanti akan kubahagiakan kedua orang tuaku (Amin). Barulah statusku akan berubah menjadi seorang istri (bukan lagi mahasiswa :D) untuk imamku yang pertama dan terakhir. Sungguh impianku di masa depan. Semoga Alloh mengabulkan do'a-do'aku. Amin.. amin Ya Alloh...







Minggu, 08 Desember 2013

Kuingin...

Betapa inginnya aku bisa bermain alat musik, nyatanya sampai kinipun aku masih tak bisa...

Add caption

ME

AKU MEMANG BUKAN ORANG YANG PINTAR,
TAPI AKU BERUSAHA UNTUK MENJADI ORANG YANG BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN...

Jumat, 06 Desember 2013

KEKASIH SEJATI

By : Monita Tahalea

Aku yang memikirkan 
Namun aku tak banyak berharap
Kau membuat waktuku 
Tersita dengan angan tentangmu
Mencoba lupakan 
Tapi ku tak bisa 
Mengapa... Begini...
Oh..Mungkin aku bermimpi 
Menginginkan dirimu
Untuk ada disini menemaniku
Oh..Mungkinkah kau yang jadi  kekasih sejatiku 
Semoga tak sekedar harapku
Mencoba lupakan 
Tapiku tak bisa
Mengapa... Begini..
Oh..Mungkin aku bermimpi 
Menginginkan dirimu
Untuk ada disini menemaniku
Oh..Mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku 
Semoga tak sekedar harapku
Bila tak menjadi milikku 
Aku takkan menyesal telah jatuh hati
Oh..Mungkin aku bermimpi 
Menginginkan dirimu
Untuk ada disini menemaniku
Oh..Mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku 
Semoga tak sekedar harapku....

"Apa yang membuat aku bertahan selama ini hidup tanpa seorang kekasih??"

KESETIAAN..

Mungkin teman-teman lain seusiaku ini telah bergonta-ganti pasangan lebih dari dua kali. Mungkin mereka telah merasakan rasa sakit hati, putus cinta, diselingkuhin, bla bla bla, dan ujung-ujungnya memiliki mantan kekasih.
Itulah mengapa aku tak mau memiliki kekasih terlalu dini karena aku tak mau memiliki mantan kekasih. Aku sangat-sangat percaya bahwa Tuhan akan mempertemukanku dengan laki-laki yang akan kujadikan imam selama aku hidup, meski kini Tuhan masih merahasiakan siapa dia. Sebagai perempuan, kesetiaan ini akan kuberikan pula kepada laki-laki yang setia dan bertanggungjawab. Kelak akan kuceritakan kepada anak cucuku bahwa cinta sejati akan bertahan untuk selamanya. Dan aku akan tetap menunggu orang yang masih dirahasiakan olehMu, hingga saatnya kita bertemu...

(Aku masih setia untuk menunggu)
 (Berharap kita akan bahagia selamanya seperti mereka)