Agustus, bulan ke delapan dari duabelas bulan.
Bulan yang digemari banyak anak-anak, termasuk kami, karena dibulan tersebut kami selalu menunggu
tanggal spesial. Tepatnya tanggal 17 Agustus. Yuppzz... Hari Kemerdekaan Indonesia.
Disekitar tanggal itulah kami selalu senang. Kegiatan tujuhbelasan namanya.
Kegiatan yang biasanya berisi
perlombaan, ada lomba makan krupuk, balap karung, menek pucang, bawa kelereng,
tusuk air, dll. Dan puncaknya adalah malam resepsi. Di acara itu biasanya di
isi dengan tari-tarian, karaoke, dll.
Agustus, bulan yang selalu kami tunggu-tunggu.
Tapi itu dulu. Sudah sekitar enam tahun (mungkin), tak ada lagi yang namanya
perlombaan, malam resepsi, dll. Sudah nggak jaman kali ya????. Sekarang,
Agustus adalah bulan penuh rahmat. Tapi dibalik itu, Agustus-Agustus sebelumnya
adalah keramat bagi kami. Sekedar mengingat kembali kisah-kisah tentang kami
(Aku, Dia, dan Mereka) yang lahir tepatnya di bulan Agustus.
Dia adalah temanku. Lahir satu minggu lebih
muda dariku. Dia laki-laki berkulit putih (bahkan lebih putih dari aku),
bermata sipit, berambut tipis kemerahan, bertubuh kurus, dan dia adalah adik
kelasku. Panggilannya bernama #### (maaf, di sensor. J). Dia sebenarnya termasuk anak yang baik, tapi
juga jail. Sempat pula aku membencinya. Pernah dulu aku berkelahi dengannya
(sok jagoan.. haha) karena tingkahnya
yang jail dan menyebalkan. Dia hanya melawannya dengan lemah dan meronta
layaknya anak perempuan, dan bisa dibilang aku yang menang dalam perkelahian
itu. Senang sekali rasanya bisa mengalahkan anak macam itu. Tapi sekarang aku
sangat sangaat sangaaat menyesal. Menyesal, setelah aku tahu kalau dirinya
terkena Hepatitis dan kenapa dulu aku tega memukulnya. Dan dia kini telah
tiada. Dia pergi bukan karena pukulanku, melainkan karena Hepatitisnya yang
semakin hari semakin menjadi.
Beberapa hal yang selalu dan selalu kami ingat
tentang dirinya (khususnya di bulan Agustus) adalah ketika dia memenangkan
lomba tujuhbelasan secara perdana, dan menyanyikan dua buah lagu ciptaan ADA BAND & PETERPAN.
Band-band favorit dirinya. Merinding sekali rasanya ketika kami mengingat itu
semua.
Bertahun
tahun setelah kepergiannya yang hampir delapan tahun, tak ada jejak apapun
tentang dirinya kecuali kenangan hidup kami bersama dia. Sekarang yang membuat
kami (tanpa dia) kaget adalah setelah kami (tanpa dia) mengetahui ternyata banyak teman sebrayan kami
(tanpa dia) yang telah berdahulu ke alam lain. Misalnya saja Dia II,
yang lahir empat hari lebih tua sebelum aku. Meskipun aku tak pernah melihat
parasnya seperti apa, tapi aku bisa merasakan (mungkin) kalau dia II masih
hidup ketampanan atau kecantikannya akan turun dari paras ibunya. Dan yang
paling paliiing membuat kami (tanpa dia)
speechlees bin terkejut ketika kami tahu bahwa nama panjang dia dan dia
II diawali dengan kata “A##S” yang berarti lahir dibulan Agustus. Sungguh ajaib
pikir kami. Sejenak kami pun berpikir, bersyukur karena Allah mengijinkan kami
untuk menikmati hidup sepanjang ini. Terpikir juga dibenak kami (tanpa dia dan
dia II), kalau saja Allah mengijinkan
dia dan dia II untuk hidup sampai sekarang, pasti dia dan dia II juga
sudah seumuran kami. Sudah sebesar kami juga dan tergabung bersama kita..
(ORIGINAL)