Selasa, 27 November 2012

Rasa Itu

Kalo dulu aku pernah mosting hasil karya puisi coba-coba (lebebay) buatanku sendiri, kali ini aku akan posting puisi hasil karya teman sebangkuku waktu SMA. Siapa lagi kalo bukan NURIL LIANA YASIN. Cekidotttt!!!!!!
Rasa Itu
Karya : Nuril Liana Yasin

          Muncul kembali
          Setelah menghilang
          Resahkan hati
Bimbangkan raga
Ingin kulepas
Tapi tak tega
Seakan tahu perasaannya
Jika dicampakkan
Jiwa panas, kesal
Tangan sedih
Ingin menangis
Otot menjerit, mengamuk
Marah padanya
Ingin kulepas, buang jauh
Tapi tak tega
Pusing tujuh keliling
Ketika ia kembali
Yang selalu singgah
Ke setiap insan manusia
Yang dibenci, dijauhi
Tapi selalu datang
Apa penangkalnya? Apa obatnya?
Bukan salep dan kawannya, hanya keadaan
Keadaan mengobatinya, mengobatiku
Keadaan menghiburku, walau seper sekian detik
Tuhan
Aku mohon
Lepaskan dariku
Karenanya sedih raga ini
Yang membuatku bagai cacing kepanasan
Pegal di raga ini, tangan ini
Buanglah jauh
Agar tenang ragaku
Kumohon setulus hatiku, Tuhan

(Kelas : XII IPA 4)

Rabu, 21 November 2012

DILEMA



 Ini nih tugas puisi Bahasa Indonesia yang aku buat semalaman suntuk, saat aku masih duduk di kelas 12 SMA tercinta. Dan yang bikin aku menjerittt waaooowwwwww adalah ketika ibu guruku yang baik hati, paling cantik, dan ramah lingkungan, menyuruhku untuk membacakannya di depan teman-teman sekelas. Matilah aku!!! -___- 

Di kala mentari menutup diri
Pertanda hari akan berganti
Terasa berat tangan ini
Membuka lembaran jendela dunia
Rasa lelah yang menghampiri
Seakan membuatku terlelap,
bermimpi di istana biru
Angin yang menangis
Mengantarkanku mengucap doa
Mengingatkanku pada diri-Nya
Dengan keadaan yang tak berdaya
Memohon agar di beri kekuatan
dan di beri kesempatan
Perlahan hati ini mulai tersadar
Ku lirikan mata pada setumpuk buku
Ku mulai membaca dengan terbata
Sekedar bersiap untuk hari esok
Terus dan terus membuka lembaran
Hingga akhirnya pagi menjelang

Kisah Si Pungguk Yang Merindukan Nenek Penjaga Bulan

Heiii nenek penjaga bulan!!! Di mana kamu??? Sudah lama aku menunggumu! Aku lelah tau! Dulu kamu pernah singgah di mimpiku, katanya kamu mau ajak aku ke bulan. Katanya aku mau diboncengin pake vespa ajaib. Katanya kamu mau tunjukin padaku ada istana awan. Kamu juga janji mau mempertemukan aku dengan orang masa depanku. Tapi kapan??? Kapan????
Nenek penjaga bulan, kamu tahu ngga sih??? Dulu dia bercerita tentang dirimu. Kamu itu nenek yang baik hati dan murah senyum, walaupun dirimu ompong. Kamu suka ajak anak kecil jalan jalan. Sampe sampe dia maksa aku buat percaya omongannya. Sebenernya kamu ada ngga sih??? Aku percaya kok kamu ada!  Tiap malem aku udah stand by di depan pintu, nungguin kamu. Kata dia kamu datang jemput aku pake jubah abu-abu. Tongkatmu kamu taruh didepan vespa. Rambutmu ga disanggul.  Makannya, cepetan jemput aku!!!

Selasa, 20 November 2012

THE PUPA'S

THE PUPA’S
Kalo inget masa-masa SMP itu jadi inget gengster beranggotakan satu lusin cewek ABG yang masih imut-imut ditambah satu cowok yang unyu-unyu. The Pupa’s. Yupzz, itulah nama geng kita. Geng yang terdiri dari Merli Nur Dwiani (Merli), Retno Yuliani (Retno), Endah Trisnawati (Aku), Sugiarti (Sugi), Apri Melly Ariani (Melly), Nindya Kusumaningtyas (Nindi), Anissa Erdhianti Utami (Anis), Iis Septianingsih (Iis), Asih Sujariyah (Asih), Sri Rokhani (Cici), Lidi Nafiana Muizzah (Lidi), Siska Kristanti (Siska), dan Sarifudin (Udin). Jadi totalnya ada 13 makhuk.
Awalnya geng ini terbentuk karena kebiasaan kami kumpul-kumpul dan main bareng pada saat kami kelas 9. Sebenarnya kami sudah kenal dari kelas 7, namun kami jadi lebih akrab di kelas 9.  Meskipun kami nggak satu kelas, tapi kami sering ngendong ke kelas masing-masing karena kelas kami bersebelahan (9 A dan 9 B). Nama The Pupa’s dipilih jadi naman geng kami, karena pada saat itu (tahun 2008-2009an) lagi eksis-eksisnya film di SCTV yang berjudul “KEPOMPONG”. Jadi kami berinisiatif mendirikan sebuah geng-gengan dengan mengambil nama THE PUPA’S yang artinya larva.
Dan inilah satu-satunya single yang dimiliki oleh THE PUPA’S. Single yang pertamakali dirilis pada acara musikalisasi puisi kelas, tepatnya pada tanggal 14 November 2008. Mungkin kalau dirilis sekarang, kami akan jadi girl band terkenal (Girl Band??? Personilnya aja ada cowoknya, masa Girl Band sih???. Eh, itu kan cowok jadi-jadian bukan cowok tulen. Ah, lupakan!).
(Untitlled)
Sebuah pelita yang kau berikan padaku
Untuk menerangkan jalan yang gelap gulita
Untuk kebenaran dan keselamatan
Untuk bekal hidup dikemudian hari
Kau laksana sebuah lilin kecil
Walaupaun kau terbakar
Kau tetap bersinar terang
Kau tak pernah mengeluh
Dan tak pernah mengharap
Tanda Jasa, yang kuingat slalu......
Mmmhh... lagu ini tidak memiliki judul. Tapi lagu ini sangat berkesan sekali oleh kami. Lagu ini memiliki nada yang sama dengan nada lagu Merindukanmu by : D’Masivve. Dan isi dari lagu ini adalah ucapan terimakasih murid kepada gurunya. Yah, itulah sejarah singkat tentang THE PUPA’S.. We always together forever!!!!!

Senin, 19 November 2012

AGUSTUS PENUH KERAMAT

Agustus, bulan ke delapan dari duabelas bulan. Bulan yang digemari banyak anak-anak, termasuk kami,  karena dibulan tersebut kami selalu menunggu tanggal spesial. Tepatnya tanggal 17 Agustus. Yuppzz... Hari Kemerdekaan Indonesia. Disekitar tanggal itulah kami selalu senang. Kegiatan tujuhbelasan namanya. Kegiatan yang  biasanya berisi perlombaan, ada lomba makan krupuk, balap karung, menek pucang, bawa kelereng, tusuk air, dll. Dan puncaknya adalah malam resepsi. Di acara itu biasanya di isi dengan tari-tarian, karaoke, dll.
Agustus, bulan yang selalu kami tunggu-tunggu. Tapi itu dulu. Sudah sekitar enam tahun (mungkin), tak ada lagi yang namanya perlombaan, malam resepsi, dll. Sudah nggak jaman kali ya????. Sekarang, Agustus adalah bulan penuh rahmat. Tapi dibalik itu, Agustus-Agustus sebelumnya adalah keramat bagi kami. Sekedar mengingat kembali kisah-kisah tentang kami (Aku, Dia, dan Mereka) yang lahir tepatnya di bulan Agustus.
Dia adalah temanku. Lahir satu minggu lebih muda dariku. Dia laki-laki berkulit putih (bahkan lebih putih dari aku), bermata sipit, berambut tipis kemerahan, bertubuh kurus, dan dia adalah adik kelasku. Panggilannya bernama #### (maaf, di sensor. J). Dia sebenarnya termasuk anak yang baik, tapi juga jail. Sempat pula aku membencinya. Pernah dulu aku berkelahi dengannya (sok jagoan.. haha)  karena tingkahnya yang jail dan menyebalkan. Dia hanya melawannya dengan lemah dan meronta layaknya anak perempuan, dan bisa dibilang aku yang menang dalam perkelahian itu. Senang sekali rasanya bisa mengalahkan anak macam itu. Tapi sekarang aku sangat sangaat sangaaat menyesal. Menyesal, setelah aku tahu kalau dirinya terkena Hepatitis dan kenapa dulu aku tega memukulnya. Dan dia kini telah tiada. Dia pergi bukan karena pukulanku, melainkan karena Hepatitisnya yang semakin hari semakin menjadi.
Beberapa hal yang selalu dan selalu kami ingat tentang dirinya (khususnya di bulan Agustus) adalah ketika dia memenangkan lomba tujuhbelasan secara perdana, dan menyanyikan dua buah  lagu ciptaan ADA BAND & PETERPAN. Band-band favorit dirinya. Merinding sekali rasanya ketika kami mengingat itu semua.
 Bertahun tahun setelah kepergiannya yang hampir delapan tahun, tak ada jejak apapun tentang dirinya kecuali kenangan hidup kami bersama dia. Sekarang yang membuat kami (tanpa dia) kaget adalah setelah kami (tanpa dia)  mengetahui ternyata banyak teman sebrayan kami (tanpa dia) yang telah berdahulu ke alam lain. Misalnya saja Dia II, yang lahir empat hari lebih tua sebelum aku. Meskipun aku tak pernah melihat parasnya seperti apa, tapi aku bisa merasakan (mungkin) kalau dia II masih hidup ketampanan atau kecantikannya akan turun dari paras ibunya. Dan yang paling paliiing membuat kami (tanpa dia)  speechlees bin terkejut ketika kami tahu bahwa nama panjang dia dan dia II diawali dengan kata “A##S” yang berarti lahir dibulan Agustus. Sungguh ajaib pikir kami. Sejenak kami pun berpikir, bersyukur karena Allah mengijinkan kami untuk menikmati hidup sepanjang ini. Terpikir juga dibenak kami (tanpa dia dan dia II), kalau saja Allah mengijinkan  dia dan dia II untuk hidup sampai sekarang, pasti dia dan dia II juga sudah seumuran kami. Sudah sebesar kami juga dan tergabung bersama kita.. (ORIGINAL)