Senin, 19 November 2012

AGUSTUS PENUH KERAMAT

Agustus, bulan ke delapan dari duabelas bulan. Bulan yang digemari banyak anak-anak, termasuk kami,  karena dibulan tersebut kami selalu menunggu tanggal spesial. Tepatnya tanggal 17 Agustus. Yuppzz... Hari Kemerdekaan Indonesia. Disekitar tanggal itulah kami selalu senang. Kegiatan tujuhbelasan namanya. Kegiatan yang  biasanya berisi perlombaan, ada lomba makan krupuk, balap karung, menek pucang, bawa kelereng, tusuk air, dll. Dan puncaknya adalah malam resepsi. Di acara itu biasanya di isi dengan tari-tarian, karaoke, dll.
Agustus, bulan yang selalu kami tunggu-tunggu. Tapi itu dulu. Sudah sekitar enam tahun (mungkin), tak ada lagi yang namanya perlombaan, malam resepsi, dll. Sudah nggak jaman kali ya????. Sekarang, Agustus adalah bulan penuh rahmat. Tapi dibalik itu, Agustus-Agustus sebelumnya adalah keramat bagi kami. Sekedar mengingat kembali kisah-kisah tentang kami (Aku, Dia, dan Mereka) yang lahir tepatnya di bulan Agustus.
Dia adalah temanku. Lahir satu minggu lebih muda dariku. Dia laki-laki berkulit putih (bahkan lebih putih dari aku), bermata sipit, berambut tipis kemerahan, bertubuh kurus, dan dia adalah adik kelasku. Panggilannya bernama #### (maaf, di sensor. J). Dia sebenarnya termasuk anak yang baik, tapi juga jail. Sempat pula aku membencinya. Pernah dulu aku berkelahi dengannya (sok jagoan.. haha)  karena tingkahnya yang jail dan menyebalkan. Dia hanya melawannya dengan lemah dan meronta layaknya anak perempuan, dan bisa dibilang aku yang menang dalam perkelahian itu. Senang sekali rasanya bisa mengalahkan anak macam itu. Tapi sekarang aku sangat sangaat sangaaat menyesal. Menyesal, setelah aku tahu kalau dirinya terkena Hepatitis dan kenapa dulu aku tega memukulnya. Dan dia kini telah tiada. Dia pergi bukan karena pukulanku, melainkan karena Hepatitisnya yang semakin hari semakin menjadi.
Beberapa hal yang selalu dan selalu kami ingat tentang dirinya (khususnya di bulan Agustus) adalah ketika dia memenangkan lomba tujuhbelasan secara perdana, dan menyanyikan dua buah  lagu ciptaan ADA BAND & PETERPAN. Band-band favorit dirinya. Merinding sekali rasanya ketika kami mengingat itu semua.
 Bertahun tahun setelah kepergiannya yang hampir delapan tahun, tak ada jejak apapun tentang dirinya kecuali kenangan hidup kami bersama dia. Sekarang yang membuat kami (tanpa dia) kaget adalah setelah kami (tanpa dia)  mengetahui ternyata banyak teman sebrayan kami (tanpa dia) yang telah berdahulu ke alam lain. Misalnya saja Dia II, yang lahir empat hari lebih tua sebelum aku. Meskipun aku tak pernah melihat parasnya seperti apa, tapi aku bisa merasakan (mungkin) kalau dia II masih hidup ketampanan atau kecantikannya akan turun dari paras ibunya. Dan yang paling paliiing membuat kami (tanpa dia)  speechlees bin terkejut ketika kami tahu bahwa nama panjang dia dan dia II diawali dengan kata “A##S” yang berarti lahir dibulan Agustus. Sungguh ajaib pikir kami. Sejenak kami pun berpikir, bersyukur karena Allah mengijinkan kami untuk menikmati hidup sepanjang ini. Terpikir juga dibenak kami (tanpa dia dan dia II), kalau saja Allah mengijinkan  dia dan dia II untuk hidup sampai sekarang, pasti dia dan dia II juga sudah seumuran kami. Sudah sebesar kami juga dan tergabung bersama kita.. (ORIGINAL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar