Minggu, 06 Oktober 2013

Need You Now

Picture perfect memories scattered all around the floor.Reaching for the phone 'cuz I can't fight it anymore.And I wonder if I ever cross your mind?For me it happens all the time.It's a quarter after one, I'm all alone and I need you now.Said I wouldn't call but I lost all control and I need you now.And I don't know how I can do without.I just need you now.
Another shot of whiskey, can't stopping looking at the door.Wishing you'd come sweeping in the way you did before.And I wonder if I ever cross your mind?For me it happens all the time.It's a quarter after one, I'm a little drunk and I need you now.Said I wouldn't call but I lost all control and I need you now.And I don't know how I can do without.I just need you now.
Oh whoaYes I'd rather hurt than feel nothing at all.It's a quarter after one, I'm all alone and I need you now.And I said I wouldn't call but I'm a little drunkand I need you now.Well I don't know how I can do without.I just need you nowI just need you now.Oh baby I need you now.

Kamu: fakta dalam fiksiku. sebuah puisi.

bahkan subuh belum cukup mampu menidurkan aku,
ketika bayangmu lebih terasa nyata dibandingkan dengan mimpi kita yang biasanya.

niatkan tubuhmu untuk tinggal,
tetap menetap,
biarkan ia lambat-lambat kutatap,
agar air mata lupa meratap.

malam mungkin menjadi siang,
bukan, bukan hatimu yang lupa arah pulang,
tapi di hatiku serpihannya hilang,
“jangan kamu panggil mereka kembali,” kubilang.

tetaplah di sini,
dalam selimut cumbu sehangat tungku,
kamu peluk pelukanku,
memutarbalikkan fakta dalam fiksiku.

selamat pagi, kamu..

Jarak

Andai saja menemukan sebuah jawaban semudah kita menanyakan seribu pertanyaan dalam kepala, aku tak perlu lelah bertanya di mana kiranya Tuhan mempertemukan kita? Sedangkan mata, telinga juga seluruh panca indera berlomba-lomba mencari rasa yang sama rata. Bukankah seharusnya kamu yang melengkapi cerita?
Andai saja mimpi dan nyata bisa kutukar sesukanya, bukan tidak mungkin kupilih hanya kamu yang ada di dalamnya. Biar sepi tak perlu repot-repot aku persilakan duduk di antara jarak pandang kita. Biar tak perlu ada kata menunggu di antara jeda nafas kita. Lalu, apa yang biasanya kamu lakukan saat aku tak di sana?
Di sisiku selalu ada rindumu, yang menunggu kuantarkan pulang. Bergandengan tangan bersama doa yang tak pernah berkurang. Menujumu mereka melaju, membawa serta sebagian aku. Khawatir bukanlah bagianmu, karena ini hatiku tak mampu memanggil nama selain kamu.
Jika ada kata yang lebih ‘mencintaimu’ dari kata ‘cinta’, itu pasti ‘aku’. Jadi biarkan aku, cinta dan kamu sama-sama berjumpa dalam sebuah paragraf panjang. Paragraf yang kuharap akan lupa bagaimana cara mengakhiri dirinya sendiri. Paragraf yang mendongengkan kisah aku dan kamu pada senyum-senyum kecil milik buah hati kita nanti. Paragraf yang masih kita tulis bersama-sama sambil menunggu Tuhan menentukan kelanjutannya.
Kamu begitu pintar menuliskan aku dalam hatimu, maka jangan heran jika aku begitu paham rasanya mencintaimu.
Terus bersyukur akan adanya kamu mungkin tidak akan membuatmu cepat pulang ke sisiku. Tuhan pun mungkin lebih tahu, betapa memilikimu dari kejauhan sungguh berarti untukku. Maka biarkan rindu kita berlipat, jarak pun kian memuai. Mari kita menabung cinta terdalam, agar hati bebas saling menyulam, menyatukan apa yang disebut sebagai kasih dan sayang.
-DR-

Langitmu Langitku, Itu Rindu (Soundcloud : Zarry Hendrik & Rahne Putri)

Surya menyapaku, bulan menemanimu.
Kita tak berada dalam satu langit, tapi seluruh angkasa menyebutmu.
Mereka mengirimu dalam ruang rindu.
Kkau misteriku,, nafas keduaku,, bulir nadiku.
Sapa aku dalam ruang rindu.
Aku berdiri, aku tak berjarak dengan telepon genggam pengganti pelukmu.
*KRIIIINNGGGG....
Nada telepon itu adalah nyanyian benda canggih terhebat.
Dan auramu merambat menggetari hatiku, inilah waktuku, inilah waktumu, kurekatkan telingaku.

kamu : selamat pagi.. karenamu aku jadi mengingat, jika aku memukulmu, Tuhan memukulku.
aku : pagi.. akupun teringat, semoga hujan ditempatmu bukan wanita, karena aku bisa cemburu, dia lebih dulu menyentuh tubuhmu.

*Aku mendengar suaranya, menembus nadi terdalamku. Entah bagaimana beku dan hangat bisa kurasa menjadi satu. Jemariku dan mataku menatap lurus jutaan puisi yg kau kirim jutaan detik lalu.

kamu : puisi yg ku buat untukmu, kau pasti suka, karena resepnya datang dari surga.
aku : ya aku suka, surga yg berwarna. Oh iya suatu saat jika kau buta warna, aku telah siap melukis pelangi monokrom dihatimu.

*Aku terdiam, aku tersenyum dan berusaha kusembunyikan olehmu. Seakan kau bisa menembus ruang melihatku. Tapi aku tau, kau tau senyum itu.

kamu : Aku tidak tau menau tentang arsitektur. Tapi ulahku kah yg menjadi jembatan antara senyummu dan surga pagi ini?
aku : Entahlah. Tapi saat ini, aku yg tak tau menau tentang ilmu bumi ini tau pasti kalau tatapan matamu, walau hanya dibayangku, masih membuatku lupa akan gravitasi.
kamu : Akupun tidak paham strategi pasukan burdi abad 13, yg aku tau hanyalah membentengimu dari panah lelaki brengsek.

*Aku berbisik pada nuraniku, "tentu kaulah bentengku, kaulah dinding hatiku". Aku bergeser dan menatap langit disela jendelaku, "andai kita satu langit," bisikku.

aku : Aku tak paham astronomi, tapi gugusan bintang setuju membentuk konstalasi rindu kala langitku dan langitmu dipisahkan oleh waktu.
kamu : Aku pun tidak tau menau tentang matematika. Tetapi setiap aku memikirkanmu, 2 x 21 hasilnya selalu lima huruf, sama dengan cinta.
aku : Kau menggodaku lewat angka. Kau tau aku tak suka matematika, aku tak butuh hitungan, karena rasaku tak akan bisa terhitung sampai kapanpun. Saat ini aku hanya membawa bekal sebungkus keyakinan dan kotak berisikan hati. Apa itu cukup untuk menjelajahi waktu bersamamu?
kamu : Kau lebih dari cukup. Tenang dan menjelajahlah bersamaku, meskipun aku tak paham terhadap ilmu apapun, kecuali memahamimu. aku : Namun ingatlah, selama kita menjelajahi waktu, mungkin aku sering lompat dan terbang. Namun tenanglah, karena di dasar hatimu aku selalu jatuh.
kamu : Seangkasa dan sejauh manapun kau terbang tenggelam, mana bisa kau mati? Jika surga memiliki nadi, cinta kita adalah denyutnya.

*Aku tersentak, bagaimana aku tidak mencinta? Setiap kata-kata itu menusuk hingga relung dan batin.

aku : Apa kamu bilang? Surga bernadi dan cinta kita denyutnya? Dengarlah hai kamu, sang cahaya kedua setelah matahari, betapa aku telah jatuh padamu dan menolak bangun lagi.
kamu : Biarlah ucap kuasa Tuhan yg membentuk senyummu. Jatuhlah seperti hujan memukul tanah, jatuhlah sesuai kalender surga.
aku : Apalah guna kalender jika hanya mengurut hari? Kau telah menjadi detik yg kulewati dan segala musim untuk kulalui.

*Kau terdiam, hening... dan aku merekam bunyi nafasmu, sebagai pengingat kau adalah udaraku.

kamu : Aku tidak tau menau tentang otomotif, tetapi namaku disebut olehmu detak jantungku bisa cepat melesat membalap apa saja, siapa saja.
aku : Entah terbuat dari apa dirimu, ketika ku mendengar namamu, semua sel-sel otakku tak henti menggambar wajah dan nadiku yg bergemuruh.
kamu : BumI berputar, tapi aku tidak pusing karenanya. Kamu mau berputar-putar biarlah aku pusing, asal tidak lepas pandanganku ke arahmu.
aku : Tuhan maha pencinta. Dia turunkan butiran cinta seujung kukunya melalui jemarimu dengan kata-katamu yg luar biasa.
kamu : KEMAHAAN Tuhan kulihat kadang humoris, menyediakanmu di musim galau seperti menurunkan hujan dimusim kemarau. Aku terhibur.
aku : KEMAHAAN Tuhan sang pengatur segala. Disediakannya kamu sebagai salju yg siap membekukanku dalam setiap deretan kata-kata syahdu. Aku malu.
kamu : Aku ingin melihat antrian kata yg berdesakan di isi kepalamu. Aku ingin menyaksikan kuasa Tuhan melalui jemarimu.

*Aku tercekik rindu, waktu dan ruang seakan menghukumku. Andai bumi tak berputar, andai waktu terhenti, kan kuabadikan saat ini.

aku : Aku menyalahkanmu. Kini paru-paruku hanya sebesar 1 cm, ruang nafasku disesaki oleh baris-baris cantik yg tersusun semesta pikirmu.
kamu : Aku pun menyalahkanmu. Huruf-hurufmu berbaris seperti tentara. Kini telapak kakiku meleleh, berdiri di atas kata-katamu yg membara.
aku : Ini salahmu. Jika esok matahari memusuhiku, karena hangat kata dan sapamu cukup membuatku melewati ribuan hari tanpa pagi. kamu : Dan aku masih menyalahkanmu. Kau biang keladi, seenaknya menghentikan waktu dunia dengan kalimat ajaib yg setara dengan mantra surga.
aku : Kini Mozzart Bethoven bahkan bisa murka, karena melodi terindah bagiku terlantun dari kata galian tarian lidahmu, dalam setiap kecapmu.
kamu : Tuhan maha kreatif. Dia menciptakan berbagai kalimat semangat untuk hidupku dan salah satunya datang dari dirimu.
aku : Aku tidak pernah menanyakan apa itu cinta hingga kau datang dengan ribuan jawaban. Jawaban yg akan terus kupilih berkali-kali sampai mati. Iya kau jawabanku atas pertanyaan yg bahkan belum kutanyakan. Karena aku yakin meyakini.
kamu : Aku akan tidur, aku tak lelah, tetapi aku ingin berbaring diantara kata-katamu yg berserakan dan lembut seperti bulu-bulu angsa.
aku : Ini detik aku melepasmu dan aku akan kembali lagi pada bayanganmu dan menggenggam hampa jemari yg berjarak. Terima kasih, kini nadiku kembali berdenyut tatkala gubahan katamu menulusuk sanubari dan menari-nari dalam pembuluh arteri. Kau diam, Aku mati. Selamat tidur...

*kututup telepon, gemuruh dalam hatiku. Kini aku hidup lagi dan siap memulai hari...

-SADGENIC-

Jumat, 04 Oktober 2013

PRAKTIKUM SEMESTER 1 DAN 2

Menjadi seorang mahasiswa pertanian tidak akan lepas dari yang namanya "PRAKTIKUM". Yupz,  sudah terbayang jika mendengar kata "PRAKTIKUM" pasti ujung-ujungnya ada laporan. Laporan yang menguras tenaga, pikiran, waktu, dan juga duit. Tapi dibalik sebuah "PRAKTIKUM" selalu ada momen-momen senang bersama teman-teman seperjuangan. Tidak hanya dapat ilmu, "PRAKTIKUM" juga memberi pengalaman dan kenangan. Ini ada beberapa jepretan senyum pada saat "PRAKTIKUM" di berbagai tempat. Cekidot!

Praktikum Sosiologi Pedesaan @Magelang

Praktikum Agroekologi @Kemuning, Karanganyar

Praktikum Agroklimataologi @FP





Praktikum Ilmu Tanah @Jatikuwung, Karanganyar




Praktikum Botani @Laboratorium




Praktikum Teknologi Budidaya Tanaman @Jumantono, Karanganyar




Praktikum Ekonomi Pertanian @Wonogiri


Praktikum Penyuluhan Pertanian @Baki, Sukoharjo

SEMANGAT PRAKTIKUM!! SEMANGAT BIKIN LAPORAN!!! :D

Kamis, 03 Oktober 2013

Orang yang tak dianggap


Pernahkah kamu merasa menjadi orang yang tak dianggap?

Ketika dia duduk diantara dua manusia yang sedang bercengkrama, dia  akan seperti bayang semu karena mereka tak memperhatikannya meski dia berada ditengahnya.

Ketika dia berada disamping orang yang sedang asyik bergurau, dia akan menjadi orang bisu karena tak ada satupun orang yang mau mengajaknya bicara.

Ketika dia sedang berdampingan dengan teman-temannya, dia  akan menjadi orang stroke karena tak ada satupun teman yang meminta bantuan kepadanya.

Ketika dia berada disekeliling orang-orang yang pintar, dia akan menjadi orang bodoh karena tak satupun orang yang mau mengajaknya untuk berfikir.

Ketika dia susah, sedih, terluka, dia hanya bisa menangis karena tak ada satupun orang yang memperdulikannya.

Dia akan menjadi topik manis yang cocok untuk dibuat bahan gunjingan. Sangatlah sedap dibuat olok-olokan dan ece-ecean oleh teman-temannya. Dia ada, namun orang-orang menganggapnya tak ada. 

Coba bayangkan jika kamu berada di posisi Dia.

 Sakit bukan????

Betapa perih hatinya karena merasakan itu semua. Hingga timbulah pikiran olehnya, untuk mengakhiri hidupnya. Ingin segera tenang hidup bersama diriNya karena dia menganggap tak ada satupun orang yang baik padanya..

Rabu, 02 Oktober 2013

My Shiluette



Bali,
Memberiku bayang-bayang banyak arti
Pesona indah menggores hari dikala senja
Membentuk jejak kaki menapak dihati
Meski terlihat hitam diantara warna-warni
Namun tak pernah pudar ditelan mentari
Selalu menguatkan jiwa yang lemah
Membuka mata yang tertutup
Dan mengucap kata saat membisu
Bali,
Tunggu aku kembali
Bersama orang-orang yang kusayang