bahkan subuh belum cukup mampu menidurkan aku,
ketika bayangmu lebih terasa nyata dibandingkan dengan mimpi kita yang biasanya.
niatkan tubuhmu untuk tinggal,
tetap menetap,
biarkan ia lambat-lambat kutatap,
agar air mata lupa meratap.
malam mungkin menjadi siang,
bukan, bukan hatimu yang lupa arah pulang,
tapi di hatiku serpihannya hilang,
“jangan kamu panggil mereka kembali,” kubilang.
tetaplah di sini,
dalam selimut cumbu sehangat tungku,
kamu peluk pelukanku,
memutarbalikkan fakta dalam fiksiku.
selamat pagi, kamu..
ketika bayangmu lebih terasa nyata dibandingkan dengan mimpi kita yang biasanya.
niatkan tubuhmu untuk tinggal,
tetap menetap,
biarkan ia lambat-lambat kutatap,
agar air mata lupa meratap.
malam mungkin menjadi siang,
bukan, bukan hatimu yang lupa arah pulang,
tapi di hatiku serpihannya hilang,
“jangan kamu panggil mereka kembali,” kubilang.
tetaplah di sini,
dalam selimut cumbu sehangat tungku,
kamu peluk pelukanku,
memutarbalikkan fakta dalam fiksiku.
selamat pagi, kamu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar