Rabu, 14 Agustus 2013

MALAIKAT TANPA SAYAP


Suatu ketika seorang bayi siap dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkan ia bertanya kepada Tuhan, “Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimkan aku kedunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana? Saya begitu kecil dan lemah”, kata Si bayi. Tuhan menjawab, “Aku memiliki satu malaikat untukmu. Dia akan menjaga dan mengasihimu”. “Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagi saya untuk bahagia”, demikian kata Si bayi.  Tuhan menjawab, “Malaikat akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih bahagia”.
Si bayipun bertanya kembali, “Dan apa yang harus saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?”. Sekali lagi Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a”. Si bayipun belum puas, ia pun bertanya lagi, “Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”. Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab, “ Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun”. Si bayipun tetap belum puas dan tetap melanjutkan pertanyaannya, “Tetapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi”. Dan Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu. Walaupun sesungguhnya Aku selalu berada disisimu”.
Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, “Tuhan... Jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku siapa nama malaikat di rumahku nanti?”. Tuhanpun menjawab, “Kamu dapat memanggil malaikatmu... IBU... Kenanglah ibu yang menyayangimu. Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi. Ingatkah Engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu. Ingatkah Engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu? Dan ingatkah Engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika melihatmu terbaring sakit?
 Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf kepada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu. Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang kau rindukan di masa yang akan datang, ketika ibu telah tiada. Tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita. Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia. Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya. Yang ada hanyalah baju yang digantung di kamarnya. Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang menetaskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya. Kembalilah segera, dan peluklah ibu yang menyayangimu. Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berilah yang terbaik diakhir hayatnya. Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya..”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar