Minggu, 25 Agustus 2013

SINAR SI PERANTAU


Sinar berjalan menyusuri gelapnya malam. Melangkah ditengah derasnya hujan, dibalut dingin yang menusuk tulang. Sinar berjuang sendiri hidup diperantauan. Mencari bekal untuk hidup dimasa depan. Jauh dari orang tua kadang membuat Sinar merasa kesepian. Sinar berusaha tegar. Menghapus air mata sendiri. Mengelap keringat sendiri. Tak ada tempat bersandar ketika lelah. Tak ada pesan masuk yang mengucapkan selamat tidur. Terkadang Sinar menangis dan merintih kesakitan.
Berbeda dengan ia yang selalu ada pendamping ketika susah. Ada yang menggandeng ketika berjalan. Ada yang memeluk ketika kedinginan. Bahkan semuanya ia dapatkan. Apalah Sinar ini. Orang yang memiliki kekurangan dan tak punya kelebihan. Orang yang tak pandai namun selalu berkeinginan menjadi orang pandai. Orang yang punya banyak harapan namun tak tahu apakah Tuhan akan mengabulkan. Orang yang jauh dari sempurna bahkan cantikpun tak ada. Patutkah orang seperti Sinar dicintai? Sinar memilih diam. Membiarkan hati yang bicara. Sinar tetap bertahan walau dalam kepahitan, karena ada doa ibu yang selalu menguatkan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar