Sinar berjalan menyusuri gelapnya malam. Melangkah ditengah
derasnya hujan, dibalut dingin yang menusuk tulang. Sinar berjuang sendiri
hidup diperantauan. Mencari bekal untuk hidup dimasa depan. Jauh dari orang tua
kadang membuat Sinar merasa kesepian. Sinar berusaha tegar. Menghapus air mata
sendiri. Mengelap keringat sendiri. Tak ada tempat bersandar ketika lelah. Tak
ada pesan masuk yang mengucapkan selamat tidur. Terkadang Sinar menangis dan
merintih kesakitan.
Berbeda dengan ia yang selalu ada pendamping ketika susah. Ada
yang menggandeng ketika berjalan. Ada yang memeluk ketika kedinginan. Bahkan
semuanya ia dapatkan. Apalah Sinar ini. Orang yang memiliki kekurangan dan tak
punya kelebihan. Orang yang tak pandai namun selalu berkeinginan menjadi orang
pandai. Orang yang punya banyak harapan namun tak tahu apakah Tuhan akan
mengabulkan. Orang yang jauh dari sempurna bahkan cantikpun tak ada. Patutkah
orang seperti Sinar dicintai? Sinar memilih diam. Membiarkan hati yang bicara. Sinar
tetap bertahan walau dalam kepahitan, karena ada doa ibu yang selalu
menguatkan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar