Akhir 2013 tinggal menghitung hari. Aroma liburan semester sudah tercium oleh hidung pandaiku. Jelaslah bahagia jika mahasiswa mahasiwi mendengar kata liburan. Liburan, sebuah kata yang berarti merdeka dari berbagai tugas yang menggunung seperti Gunung Merapi. Liburan, sebuah kata yang mendefinisikan bebas dari laporan yang membuat tidur tak nyenyak dan begadang bermalam-malam. Liburan, sebuah kata yang bermaksud membebaskan diri dari segala dunia kampus.
Bukan. Bukan itu makna liburan. Bagiku, liburan adalah waktu yang membuat antara sedih dan senang. Minggu pertama liburan, jantung ini serasa mau copot ketika menatap portal akademik menunggu nilai hasil kerja keras selama satu semester yang muncul di siakad. Pertengahan liburan, hati ini galau gundah gulana mengisi KRS untuk menentukan mata kuliah apa yang akan diambil semester depan. Belum lagi tanah kelahiranku yang bisa dibilang tempat nan pelosok, koneksi internet dan sinyal yang ada membuat dunia seakan-akan tuli informasi dan melatih kesabaran yang luar biasa untuk membuka siakad.
Buka hanya itu. Liburan juga mengubah statusku menjadi pengangguran tak berupah yang lantang-luntung kesana kemari tak tentu arah dan tujuan. Lebih parah lagi, liburan membuatku kesepian tak berkawan. Teman-teman sebaya didekat rumahku kebanyakan sudah bekerja dan menjadi manusia ber-uang. Ada pula yang sudah berjodoh, bahkan sudah ada yang menimang anaknya sendiri. Teman-teman SMAku yang se-geng sepenanggungan semua rumahnya jauh dari rumahku, maklumlah hidupku terbengkalai ditempat terpencil. Liburan itu... SERAM bukan??? -______________-
Meski hanya meninggalkan kota The Spirit of Java dan kembali ke kota Ngapak dalam waktu satu bulan, Berat sekali rasanya meninggalkan tanah rantau ini dan di sisi lain aku juga rindu pada kampung halamanku...
Ooohh SOLO, Ooohh PURBALINGGA~
Ketika hati ingin bicara jemaripun menari lincah menulis cerita, tetapi tak semua yang kuceritakan adalah aku.
Jumat, 27 Desember 2013
Senin, 23 Desember 2013
BUSINESS WOMAN
Lihat! Status bukan lagi pelajar, tetapi Mahasiswa!
Kini bukan sedang mencari jati diri, tetapi saatnya menunjukan siapa jati diri kita sebenarnya. Masa lalu biarkan masa lalu *NYANYIDANGDUT. Mulailah hadapi masa kini dan susun serpihan mimpi untuk masa depan. Okeh, berhubung tidak lagi berstatus dibawah umur, waktunya kita bahas untuk masa depan. Apa yang kita lakukan masa kini akan menetukan bagaimana masa depan kita. Sebelumnya aku ucapkan beribu-ribu trimakasih kepada orang tua, terutama Ibu yang telah bersusah payah melahirkanku.
Dulu sewaktu aku berusia 7 tahunan aku memiliki sebuah buku kecil dan sebatang pulpen hitam yang kujadikan catatan disaat aku bermain kantor-kantoran dengan teman-teman. Aku masih ingat didalam buku tersebut aku menulis perusahaan-perusahaan, dikala itu aku tak tahu maksud perusahaan itu apa. Disitu aku berperan sebagai bos dalam suatu bisnis abal-abal ala anak kecil. Mungkin inilah takdir Alloh.
Sekarang aku kuliah dibidang bisnis, tepatnya bisnis dibidang pertanian, lebih tepatnya lagi Jurusan Agribisnis. Mungkin ini adalah salah satu jalan yang diberikan Alloh kepadaku untuk mewujudkan apa yang pernah kuperankan semasa kecil, hingga menjadi kenyataan saat aku dewasa kelak. Walaupun sebenarnya dulu Bapakku menginginkanku untuk menjadi tenaga medis, sedangkan ibuku menginginkanku menjadi guru kelak. Namun dua pilihan tersebut tak ada satupun yang sejalan dengan hati nuraniku.
Setelah aku lulus kuliah ini aku ingin bekerja di sebuah perusahaan, menjadi Business Women, bahkan menjadi Bos (*Semoga ada malaikat lewat dan Alloh mengabulkan do'aku. Amin). Setelah aku sukses nanti akan kubahagiakan kedua orang tuaku (Amin). Barulah statusku akan berubah menjadi seorang istri (bukan lagi mahasiswa :D) untuk imamku yang pertama dan terakhir. Sungguh impianku di masa depan. Semoga Alloh mengabulkan do'a-do'aku. Amin.. amin Ya Alloh...
Minggu, 08 Desember 2013
Kuingin...
ME
AKU MEMANG BUKAN ORANG YANG PINTAR,
TAPI AKU BERUSAHA UNTUK MENJADI ORANG YANG BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN...
TAPI AKU BERUSAHA UNTUK MENJADI ORANG YANG BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN...
Jumat, 06 Desember 2013
KEKASIH SEJATI
Aku yang memikirkan
Namun aku tak banyak berharap
Kau membuat waktuku
Tersita dengan angan tentangmu
Mencoba lupakan
Tapi ku tak bisa
Mengapa... Begini...
Oh..Mungkin aku bermimpi
Menginginkan dirimu
Untuk ada disini menemaniku
Oh..Mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku
Semoga tak sekedar harapku
Mencoba lupakan
Tapiku tak bisa
Mengapa... Begini..
Oh..Mungkin aku bermimpi
Menginginkan dirimu
Untuk ada disini menemaniku
Oh..Mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku
Semoga tak sekedar harapku
Bila tak menjadi milikku
Aku takkan menyesal telah jatuh hati
Oh..Mungkin aku bermimpi
Menginginkan dirimu
Untuk ada disini menemaniku
Oh..Mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku
Semoga tak sekedar harapku....
"Apa yang membuat aku bertahan selama ini hidup tanpa seorang kekasih??"
KESETIAAN..
Mungkin teman-teman lain seusiaku ini telah bergonta-ganti pasangan lebih dari dua kali. Mungkin mereka telah merasakan rasa sakit hati, putus cinta, diselingkuhin, bla bla bla, dan ujung-ujungnya memiliki mantan kekasih.
Itulah mengapa aku tak mau memiliki kekasih terlalu dini karena aku tak mau memiliki mantan kekasih. Aku sangat-sangat percaya bahwa Tuhan akan mempertemukanku dengan laki-laki yang akan kujadikan imam selama aku hidup, meski kini Tuhan masih merahasiakan siapa dia. Sebagai perempuan, kesetiaan ini akan kuberikan pula kepada laki-laki yang setia dan bertanggungjawab. Kelak akan kuceritakan kepada anak cucuku bahwa cinta sejati akan bertahan untuk selamanya. Dan aku akan tetap menunggu orang yang masih dirahasiakan olehMu, hingga saatnya kita bertemu...
(Aku masih setia untuk menunggu)
(Berharap kita akan bahagia selamanya seperti mereka)
Minggu, 06 Oktober 2013
Need You Now
Picture perfect memories scattered all around the floor.Reaching for the phone 'cuz I can't fight it anymore.And I wonder if I ever cross your mind?For me it happens all the time.It's a quarter after one, I'm all alone and I need you now.Said I wouldn't call but I lost all control and I need you now.And I don't know how I can do without.I just need you now.
Another shot of whiskey, can't stopping looking at the door.Wishing you'd come sweeping in the way you did before.And I wonder if I ever cross your mind?For me it happens all the time.It's a quarter after one, I'm a little drunk and I need you now.Said I wouldn't call but I lost all control and I need you now.And I don't know how I can do without.I just need you now.
Oh whoaYes I'd rather hurt than feel nothing at all.It's a quarter after one, I'm all alone and I need you now.And I said I wouldn't call but I'm a little drunkand I need you now.Well I don't know how I can do without.I just need you nowI just need you now.Oh baby I need you now.
Another shot of whiskey, can't stopping looking at the door.Wishing you'd come sweeping in the way you did before.And I wonder if I ever cross your mind?For me it happens all the time.It's a quarter after one, I'm a little drunk and I need you now.Said I wouldn't call but I lost all control and I need you now.And I don't know how I can do without.I just need you now.
Oh whoaYes I'd rather hurt than feel nothing at all.It's a quarter after one, I'm all alone and I need you now.And I said I wouldn't call but I'm a little drunkand I need you now.Well I don't know how I can do without.I just need you nowI just need you now.Oh baby I need you now.
Kamu: fakta dalam fiksiku. sebuah puisi.
bahkan subuh belum cukup mampu menidurkan aku,
ketika bayangmu lebih terasa nyata dibandingkan dengan mimpi kita yang biasanya.
niatkan tubuhmu untuk tinggal,
tetap menetap,
biarkan ia lambat-lambat kutatap,
agar air mata lupa meratap.
malam mungkin menjadi siang,
bukan, bukan hatimu yang lupa arah pulang,
tapi di hatiku serpihannya hilang,
“jangan kamu panggil mereka kembali,” kubilang.
tetaplah di sini,
dalam selimut cumbu sehangat tungku,
kamu peluk pelukanku,
memutarbalikkan fakta dalam fiksiku.
selamat pagi, kamu..
ketika bayangmu lebih terasa nyata dibandingkan dengan mimpi kita yang biasanya.
niatkan tubuhmu untuk tinggal,
tetap menetap,
biarkan ia lambat-lambat kutatap,
agar air mata lupa meratap.
malam mungkin menjadi siang,
bukan, bukan hatimu yang lupa arah pulang,
tapi di hatiku serpihannya hilang,
“jangan kamu panggil mereka kembali,” kubilang.
tetaplah di sini,
dalam selimut cumbu sehangat tungku,
kamu peluk pelukanku,
memutarbalikkan fakta dalam fiksiku.
selamat pagi, kamu..
Jarak
Andai saja menemukan sebuah jawaban semudah kita menanyakan seribu
pertanyaan dalam kepala, aku tak perlu lelah bertanya di mana kiranya
Tuhan mempertemukan kita? Sedangkan mata, telinga juga seluruh panca
indera berlomba-lomba mencari rasa yang sama rata. Bukankah seharusnya
kamu yang melengkapi cerita?
Andai saja mimpi dan nyata bisa kutukar sesukanya, bukan tidak
mungkin kupilih hanya kamu yang ada di dalamnya. Biar sepi tak perlu
repot-repot aku persilakan duduk di antara jarak pandang kita. Biar tak
perlu ada kata menunggu di antara jeda nafas kita. Lalu, apa yang
biasanya kamu lakukan saat aku tak di sana?
Di sisiku selalu ada rindumu, yang menunggu kuantarkan pulang.
Bergandengan tangan bersama doa yang tak pernah berkurang. Menujumu
mereka melaju, membawa serta sebagian aku. Khawatir bukanlah bagianmu,
karena ini hatiku tak mampu memanggil nama selain kamu.
Jika ada kata yang lebih ‘mencintaimu’ dari kata ‘cinta’, itu pasti
‘aku’. Jadi biarkan aku, cinta dan kamu sama-sama berjumpa dalam sebuah
paragraf panjang. Paragraf yang kuharap akan lupa bagaimana cara
mengakhiri dirinya sendiri. Paragraf yang mendongengkan kisah aku dan
kamu pada senyum-senyum kecil milik buah hati kita nanti. Paragraf yang
masih kita tulis bersama-sama sambil menunggu Tuhan menentukan
kelanjutannya.
Kamu begitu pintar menuliskan aku dalam hatimu, maka jangan heran jika aku begitu paham rasanya mencintaimu.
Terus bersyukur akan adanya kamu mungkin tidak akan membuatmu cepat
pulang ke sisiku. Tuhan pun mungkin lebih tahu, betapa memilikimu dari
kejauhan sungguh berarti untukku. Maka biarkan rindu kita berlipat,
jarak pun kian memuai. Mari kita menabung cinta terdalam, agar hati
bebas saling menyulam, menyatukan apa yang disebut sebagai kasih dan
sayang.
-DR-
Langitmu Langitku, Itu Rindu (Soundcloud : Zarry Hendrik & Rahne Putri)
Surya menyapaku, bulan menemanimu.
Kita tak berada dalam satu langit, tapi seluruh angkasa menyebutmu.
Mereka mengirimu dalam ruang rindu.
Kkau misteriku,, nafas keduaku,, bulir nadiku.
Sapa aku dalam ruang rindu.
Aku berdiri, aku tak berjarak dengan telepon genggam pengganti pelukmu.
*KRIIIINNGGGG....
Nada telepon itu adalah nyanyian benda canggih terhebat.
Dan auramu merambat menggetari hatiku, inilah waktuku, inilah waktumu, kurekatkan telingaku.
kamu : selamat pagi.. karenamu aku jadi mengingat, jika aku memukulmu, Tuhan memukulku.
aku : pagi.. akupun teringat, semoga hujan ditempatmu bukan wanita, karena aku bisa cemburu, dia lebih dulu menyentuh tubuhmu.
*Aku mendengar suaranya, menembus nadi terdalamku. Entah bagaimana beku dan hangat bisa kurasa menjadi satu. Jemariku dan mataku menatap lurus jutaan puisi yg kau kirim jutaan detik lalu.
kamu : puisi yg ku buat untukmu, kau pasti suka, karena resepnya datang dari surga.
aku : ya aku suka, surga yg berwarna. Oh iya suatu saat jika kau buta warna, aku telah siap melukis pelangi monokrom dihatimu.
*Aku terdiam, aku tersenyum dan berusaha kusembunyikan olehmu. Seakan kau bisa menembus ruang melihatku. Tapi aku tau, kau tau senyum itu.
kamu : Aku tidak tau menau tentang arsitektur. Tapi ulahku kah yg menjadi jembatan antara senyummu dan surga pagi ini?
aku : Entahlah. Tapi saat ini, aku yg tak tau menau tentang ilmu bumi ini tau pasti kalau tatapan matamu, walau hanya dibayangku, masih membuatku lupa akan gravitasi.
kamu : Akupun tidak paham strategi pasukan burdi abad 13, yg aku tau hanyalah membentengimu dari panah lelaki brengsek.
*Aku berbisik pada nuraniku, "tentu kaulah bentengku, kaulah dinding hatiku". Aku bergeser dan menatap langit disela jendelaku, "andai kita satu langit," bisikku.
aku : Aku tak paham astronomi, tapi gugusan bintang setuju membentuk konstalasi rindu kala langitku dan langitmu dipisahkan oleh waktu.
kamu : Aku pun tidak tau menau tentang matematika. Tetapi setiap aku memikirkanmu, 2 x 21 hasilnya selalu lima huruf, sama dengan cinta.
aku : Kau menggodaku lewat angka. Kau tau aku tak suka matematika, aku tak butuh hitungan, karena rasaku tak akan bisa terhitung sampai kapanpun. Saat ini aku hanya membawa bekal sebungkus keyakinan dan kotak berisikan hati. Apa itu cukup untuk menjelajahi waktu bersamamu?
kamu : Kau lebih dari cukup. Tenang dan menjelajahlah bersamaku, meskipun aku tak paham terhadap ilmu apapun, kecuali memahamimu. aku : Namun ingatlah, selama kita menjelajahi waktu, mungkin aku sering lompat dan terbang. Namun tenanglah, karena di dasar hatimu aku selalu jatuh.
kamu : Seangkasa dan sejauh manapun kau terbang tenggelam, mana bisa kau mati? Jika surga memiliki nadi, cinta kita adalah denyutnya.
*Aku tersentak, bagaimana aku tidak mencinta? Setiap kata-kata itu menusuk hingga relung dan batin.
aku : Apa kamu bilang? Surga bernadi dan cinta kita denyutnya? Dengarlah hai kamu, sang cahaya kedua setelah matahari, betapa aku telah jatuh padamu dan menolak bangun lagi.
kamu : Biarlah ucap kuasa Tuhan yg membentuk senyummu. Jatuhlah seperti hujan memukul tanah, jatuhlah sesuai kalender surga.
aku : Apalah guna kalender jika hanya mengurut hari? Kau telah menjadi detik yg kulewati dan segala musim untuk kulalui.
*Kau terdiam, hening... dan aku merekam bunyi nafasmu, sebagai pengingat kau adalah udaraku.
kamu : Aku tidak tau menau tentang otomotif, tetapi namaku disebut olehmu detak jantungku bisa cepat melesat membalap apa saja, siapa saja.
aku : Entah terbuat dari apa dirimu, ketika ku mendengar namamu, semua sel-sel otakku tak henti menggambar wajah dan nadiku yg bergemuruh.
kamu : BumI berputar, tapi aku tidak pusing karenanya. Kamu mau berputar-putar biarlah aku pusing, asal tidak lepas pandanganku ke arahmu.
aku : Tuhan maha pencinta. Dia turunkan butiran cinta seujung kukunya melalui jemarimu dengan kata-katamu yg luar biasa.
kamu : KEMAHAAN Tuhan kulihat kadang humoris, menyediakanmu di musim galau seperti menurunkan hujan dimusim kemarau. Aku terhibur.
aku : KEMAHAAN Tuhan sang pengatur segala. Disediakannya kamu sebagai salju yg siap membekukanku dalam setiap deretan kata-kata syahdu. Aku malu.
kamu : Aku ingin melihat antrian kata yg berdesakan di isi kepalamu. Aku ingin menyaksikan kuasa Tuhan melalui jemarimu.
*Aku tercekik rindu, waktu dan ruang seakan menghukumku. Andai bumi tak berputar, andai waktu terhenti, kan kuabadikan saat ini.
aku : Aku menyalahkanmu. Kini paru-paruku hanya sebesar 1 cm, ruang nafasku disesaki oleh baris-baris cantik yg tersusun semesta pikirmu.
kamu : Aku pun menyalahkanmu. Huruf-hurufmu berbaris seperti tentara. Kini telapak kakiku meleleh, berdiri di atas kata-katamu yg membara.
aku : Ini salahmu. Jika esok matahari memusuhiku, karena hangat kata dan sapamu cukup membuatku melewati ribuan hari tanpa pagi. kamu : Dan aku masih menyalahkanmu. Kau biang keladi, seenaknya menghentikan waktu dunia dengan kalimat ajaib yg setara dengan mantra surga.
aku : Kini Mozzart Bethoven bahkan bisa murka, karena melodi terindah bagiku terlantun dari kata galian tarian lidahmu, dalam setiap kecapmu.
kamu : Tuhan maha kreatif. Dia menciptakan berbagai kalimat semangat untuk hidupku dan salah satunya datang dari dirimu.
aku : Aku tidak pernah menanyakan apa itu cinta hingga kau datang dengan ribuan jawaban. Jawaban yg akan terus kupilih berkali-kali sampai mati. Iya kau jawabanku atas pertanyaan yg bahkan belum kutanyakan. Karena aku yakin meyakini.
kamu : Aku akan tidur, aku tak lelah, tetapi aku ingin berbaring diantara kata-katamu yg berserakan dan lembut seperti bulu-bulu angsa.
aku : Ini detik aku melepasmu dan aku akan kembali lagi pada bayanganmu dan menggenggam hampa jemari yg berjarak. Terima kasih, kini nadiku kembali berdenyut tatkala gubahan katamu menulusuk sanubari dan menari-nari dalam pembuluh arteri. Kau diam, Aku mati. Selamat tidur...
*kututup telepon, gemuruh dalam hatiku. Kini aku hidup lagi dan siap memulai hari...
-SADGENIC-
Kita tak berada dalam satu langit, tapi seluruh angkasa menyebutmu.
Mereka mengirimu dalam ruang rindu.
Kkau misteriku,, nafas keduaku,, bulir nadiku.
Sapa aku dalam ruang rindu.
Aku berdiri, aku tak berjarak dengan telepon genggam pengganti pelukmu.
*KRIIIINNGGGG....
Nada telepon itu adalah nyanyian benda canggih terhebat.
Dan auramu merambat menggetari hatiku, inilah waktuku, inilah waktumu, kurekatkan telingaku.
kamu : selamat pagi.. karenamu aku jadi mengingat, jika aku memukulmu, Tuhan memukulku.
aku : pagi.. akupun teringat, semoga hujan ditempatmu bukan wanita, karena aku bisa cemburu, dia lebih dulu menyentuh tubuhmu.
*Aku mendengar suaranya, menembus nadi terdalamku. Entah bagaimana beku dan hangat bisa kurasa menjadi satu. Jemariku dan mataku menatap lurus jutaan puisi yg kau kirim jutaan detik lalu.
kamu : puisi yg ku buat untukmu, kau pasti suka, karena resepnya datang dari surga.
aku : ya aku suka, surga yg berwarna. Oh iya suatu saat jika kau buta warna, aku telah siap melukis pelangi monokrom dihatimu.
*Aku terdiam, aku tersenyum dan berusaha kusembunyikan olehmu. Seakan kau bisa menembus ruang melihatku. Tapi aku tau, kau tau senyum itu.
kamu : Aku tidak tau menau tentang arsitektur. Tapi ulahku kah yg menjadi jembatan antara senyummu dan surga pagi ini?
aku : Entahlah. Tapi saat ini, aku yg tak tau menau tentang ilmu bumi ini tau pasti kalau tatapan matamu, walau hanya dibayangku, masih membuatku lupa akan gravitasi.
kamu : Akupun tidak paham strategi pasukan burdi abad 13, yg aku tau hanyalah membentengimu dari panah lelaki brengsek.
*Aku berbisik pada nuraniku, "tentu kaulah bentengku, kaulah dinding hatiku". Aku bergeser dan menatap langit disela jendelaku, "andai kita satu langit," bisikku.
aku : Aku tak paham astronomi, tapi gugusan bintang setuju membentuk konstalasi rindu kala langitku dan langitmu dipisahkan oleh waktu.
kamu : Aku pun tidak tau menau tentang matematika. Tetapi setiap aku memikirkanmu, 2 x 21 hasilnya selalu lima huruf, sama dengan cinta.
aku : Kau menggodaku lewat angka. Kau tau aku tak suka matematika, aku tak butuh hitungan, karena rasaku tak akan bisa terhitung sampai kapanpun. Saat ini aku hanya membawa bekal sebungkus keyakinan dan kotak berisikan hati. Apa itu cukup untuk menjelajahi waktu bersamamu?
kamu : Kau lebih dari cukup. Tenang dan menjelajahlah bersamaku, meskipun aku tak paham terhadap ilmu apapun, kecuali memahamimu. aku : Namun ingatlah, selama kita menjelajahi waktu, mungkin aku sering lompat dan terbang. Namun tenanglah, karena di dasar hatimu aku selalu jatuh.
kamu : Seangkasa dan sejauh manapun kau terbang tenggelam, mana bisa kau mati? Jika surga memiliki nadi, cinta kita adalah denyutnya.
*Aku tersentak, bagaimana aku tidak mencinta? Setiap kata-kata itu menusuk hingga relung dan batin.
aku : Apa kamu bilang? Surga bernadi dan cinta kita denyutnya? Dengarlah hai kamu, sang cahaya kedua setelah matahari, betapa aku telah jatuh padamu dan menolak bangun lagi.
kamu : Biarlah ucap kuasa Tuhan yg membentuk senyummu. Jatuhlah seperti hujan memukul tanah, jatuhlah sesuai kalender surga.
aku : Apalah guna kalender jika hanya mengurut hari? Kau telah menjadi detik yg kulewati dan segala musim untuk kulalui.
*Kau terdiam, hening... dan aku merekam bunyi nafasmu, sebagai pengingat kau adalah udaraku.
kamu : Aku tidak tau menau tentang otomotif, tetapi namaku disebut olehmu detak jantungku bisa cepat melesat membalap apa saja, siapa saja.
aku : Entah terbuat dari apa dirimu, ketika ku mendengar namamu, semua sel-sel otakku tak henti menggambar wajah dan nadiku yg bergemuruh.
kamu : BumI berputar, tapi aku tidak pusing karenanya. Kamu mau berputar-putar biarlah aku pusing, asal tidak lepas pandanganku ke arahmu.
aku : Tuhan maha pencinta. Dia turunkan butiran cinta seujung kukunya melalui jemarimu dengan kata-katamu yg luar biasa.
kamu : KEMAHAAN Tuhan kulihat kadang humoris, menyediakanmu di musim galau seperti menurunkan hujan dimusim kemarau. Aku terhibur.
aku : KEMAHAAN Tuhan sang pengatur segala. Disediakannya kamu sebagai salju yg siap membekukanku dalam setiap deretan kata-kata syahdu. Aku malu.
kamu : Aku ingin melihat antrian kata yg berdesakan di isi kepalamu. Aku ingin menyaksikan kuasa Tuhan melalui jemarimu.
*Aku tercekik rindu, waktu dan ruang seakan menghukumku. Andai bumi tak berputar, andai waktu terhenti, kan kuabadikan saat ini.
aku : Aku menyalahkanmu. Kini paru-paruku hanya sebesar 1 cm, ruang nafasku disesaki oleh baris-baris cantik yg tersusun semesta pikirmu.
kamu : Aku pun menyalahkanmu. Huruf-hurufmu berbaris seperti tentara. Kini telapak kakiku meleleh, berdiri di atas kata-katamu yg membara.
aku : Ini salahmu. Jika esok matahari memusuhiku, karena hangat kata dan sapamu cukup membuatku melewati ribuan hari tanpa pagi. kamu : Dan aku masih menyalahkanmu. Kau biang keladi, seenaknya menghentikan waktu dunia dengan kalimat ajaib yg setara dengan mantra surga.
aku : Kini Mozzart Bethoven bahkan bisa murka, karena melodi terindah bagiku terlantun dari kata galian tarian lidahmu, dalam setiap kecapmu.
kamu : Tuhan maha kreatif. Dia menciptakan berbagai kalimat semangat untuk hidupku dan salah satunya datang dari dirimu.
aku : Aku tidak pernah menanyakan apa itu cinta hingga kau datang dengan ribuan jawaban. Jawaban yg akan terus kupilih berkali-kali sampai mati. Iya kau jawabanku atas pertanyaan yg bahkan belum kutanyakan. Karena aku yakin meyakini.
kamu : Aku akan tidur, aku tak lelah, tetapi aku ingin berbaring diantara kata-katamu yg berserakan dan lembut seperti bulu-bulu angsa.
aku : Ini detik aku melepasmu dan aku akan kembali lagi pada bayanganmu dan menggenggam hampa jemari yg berjarak. Terima kasih, kini nadiku kembali berdenyut tatkala gubahan katamu menulusuk sanubari dan menari-nari dalam pembuluh arteri. Kau diam, Aku mati. Selamat tidur...
*kututup telepon, gemuruh dalam hatiku. Kini aku hidup lagi dan siap memulai hari...
-SADGENIC-
Jumat, 04 Oktober 2013
PRAKTIKUM SEMESTER 1 DAN 2
Menjadi seorang mahasiswa pertanian tidak akan lepas dari yang namanya "PRAKTIKUM". Yupz, sudah terbayang jika mendengar kata "PRAKTIKUM" pasti ujung-ujungnya ada laporan. Laporan yang menguras tenaga, pikiran, waktu, dan juga duit. Tapi dibalik sebuah "PRAKTIKUM" selalu ada momen-momen senang bersama teman-teman seperjuangan. Tidak hanya dapat ilmu, "PRAKTIKUM" juga memberi pengalaman dan kenangan. Ini ada beberapa jepretan senyum pada saat "PRAKTIKUM" di berbagai tempat. Cekidot!
Praktikum Sosiologi Pedesaan @Magelang
Praktikum Agroekologi @Kemuning, Karanganyar
Praktikum Agroklimataologi @FP
Praktikum Ilmu Tanah @Jatikuwung, Karanganyar
Praktikum Botani @Laboratorium
Praktikum Teknologi Budidaya Tanaman @Jumantono, Karanganyar
Praktikum Ekonomi Pertanian @Wonogiri
Praktikum Sosiologi Pedesaan @Magelang
Praktikum Agroekologi @Kemuning, Karanganyar
Praktikum Agroklimataologi @FP
Praktikum Ilmu Tanah @Jatikuwung, Karanganyar
Praktikum Botani @Laboratorium
Praktikum Teknologi Budidaya Tanaman @Jumantono, Karanganyar
Praktikum Ekonomi Pertanian @Wonogiri
Praktikum Penyuluhan Pertanian @Baki, Sukoharjo
SEMANGAT PRAKTIKUM!! SEMANGAT BIKIN LAPORAN!!! :D
Kamis, 03 Oktober 2013
Orang yang tak dianggap
Pernahkah kamu merasa menjadi orang yang tak dianggap?
Ketika dia duduk diantara dua manusia yang sedang
bercengkrama, dia akan seperti bayang
semu karena mereka tak memperhatikannya meski dia berada ditengahnya.
Ketika dia berada disamping orang yang sedang asyik
bergurau, dia akan menjadi orang bisu karena tak ada satupun orang yang mau
mengajaknya bicara.
Ketika dia sedang berdampingan dengan teman-temannya, dia akan menjadi orang stroke karena tak ada
satupun teman yang meminta bantuan kepadanya.
Ketika dia berada disekeliling orang-orang yang pintar, dia
akan menjadi orang bodoh karena tak satupun orang yang mau mengajaknya untuk
berfikir.
Ketika dia susah, sedih, terluka, dia hanya bisa menangis
karena tak ada satupun orang yang memperdulikannya.
Dia akan menjadi topik manis yang cocok untuk dibuat bahan
gunjingan. Sangatlah sedap dibuat olok-olokan dan ece-ecean oleh
teman-temannya. Dia ada, namun orang-orang menganggapnya tak ada.
Coba bayangkan jika kamu berada di posisi Dia.
Sakit bukan????
Betapa perih hatinya karena merasakan itu semua. Hingga
timbulah pikiran olehnya, untuk mengakhiri hidupnya. Ingin segera tenang hidup
bersama diriNya karena dia menganggap tak ada satupun orang yang baik padanya..
Rabu, 02 Oktober 2013
My Shiluette
Bali,
Memberiku bayang-bayang banyak arti
Memberiku bayang-bayang banyak arti
Pesona indah menggores hari dikala senja
Membentuk jejak kaki menapak dihati
Meski terlihat hitam diantara warna-warni
Namun tak pernah pudar ditelan mentari
Selalu menguatkan jiwa yang lemah
Membuka mata yang tertutup
Dan mengucap kata saat membisu
Bali,
Tunggu aku kembali
Bersama orang-orang yang kusayang
Senin, 16 September 2013
HALLO BRO?!
HALO...APA KABAR? APAKAH KALIAN MASIH PUNYA KABAR?
Halo
Bro....! Apa kabar loe? Tenang, gue gak basa-basi negur loe terus
nanyain kabar loe. Gue tulus kok pengen tau kabar loe. Soalnya gini,
Bro, banyak orang di luar sana yang katanya anak gaul, modern, terus gak
saling nyapa kalo ketemu, kalopun ketemu dan saling nyapa, palingan
cuma basa-basi doang. hahahahahahaha......
Bro, semalem lo
malam mingguan di mana? Gue sih di rumah aja, nonton TV sampe gue
ngerasa gak perlu lagi nonton TV, terus minum kopi sampe gue ngerasa gak
perlu lagi minum kopi. Loe ke mana Bro? Ah...gue tau, loe pasti lagi
mikirin gimana caranya loe bisa tenang di tengah-tengah keributan kan?
Gue tau loe Bro, loe itu orangnya meneliti perbedaan, loe mencintai
kontras. Salut Gue.
Bro.....besok hari senin lagi,
orang-orang bakal gak saling negur lagi, jangankan negur, Bro, tatap
muka aja kalo berpapasan di jalan kagak. Bro, kenapa salam itu jadi
basa-basi sekarang? Kenapa ucapan selamat pagi, permisi, halo, cuma jadi
formalitas aksi sosialisai? Atau cuma melengkapi etika berkomunikasi,
banyak di antara mereka yang sebenernya sama sekali gak peduli dengan
kabar orang lain. Inilah akibatnya kalau bahasa itu cuma dikenali, gak
diresapi. Komunikasi udah diformat sedetail mungkin, jadinya nanyain
kabar orang itu buat mereka sebuah keharusan, bukan ketulusan, Bro.
Bro.....udah
dulu, ya, gue mesti nyapa orang lain, kali aja di antara mereka ada
yang ngejawab gini, "Sorry gue gak kenal loe, ngapain gue peduli sama
loe"? Itu lebih jujur, Bro, daripada sok ngucapin "Halo, apa kabar?"
tapi cuma mau nawarin asuransi, atau mau ngajakin bisnis.
Ah...payah....!!!
(Bro si bisu yang mengganti salamnya dengan sebuah senyuman)
Itu jauh lebih baik daripada masang muka datar karena pengen dibilang COOL....
PLANET BARU
Mohon maaf sebelumnya kepada Sang Maha Pencipta, juga kepada ahli
antariksa. Saya akan memperkenalkan planet baru, entah tergabung dalam
tata surya mana? Planet ini aneh, semi nyata juga semi abstrak. Sesuai
kesepakatan, planet baru ini dinamakan internet.
Internet
menawarkan pemenuhan kebutuhan yang sangat komplit. Banyak yang
menyangka bahwa dunia maya bisa menjerumuskan manusia ke dalam lembah
penuh imaji. Dunia yang katanya penuh dengan khayalan dan hal-ha absurd.
Kecanggihannya menjadi bukti modernisasi kehidupan, bahkan telah
berubah statusnya menjadi keharusan untuk mereka yang ingin berkembang.
Internet juga adalah indikator status sosial seseorang. Banyak sekali
kegunaan yang ditawarkan oleh internet, meskipun tingkat kriminalitas
karena dunia maya sekarang ini semakin merajalela. Terlalu berlebihan
bila internet itu dijadikan keharusan atau kebutuhan pokok.
Ketika
internet menjadi sebuah pelarian. Inilah saya. Ada hal penting yang
perlu dimengerti dan dipahami mengenai sebuaha arti kata "pelarian".
Pelarian adalah tempat yang membuat kita ke sana ketika tempat kita pada
saat tertentu sudah tidak nyaman lagi. Tapi, bagi saya pelarian adalah
tempat di mana saya menjadi diri saya yang lain. Inilah internet dengan
segala keunggulan, realis, dan surialisnya
Bisa saya
sederhanakan saat ini. Internet menjadi gaya hidup saya dimulai dalam 3
tahun terakhir ini. Saya mulai tertarik dengan dunia maya, dunia yang
membuat manusia tidak saling bertatap muka secara langsung, tempat di
mana hanya ada layar yang berisi semua hal. Banyak orang yang
beranggapan bahwa internet yang sudah menjadi kebutuhan pokok umat
manusia modern sangat fatal akibatnya. Katanya, sosialisasi berkurang,
daya kepekaan melemah, produktivitas kepepet, kemunafikan bertambah,
kemudian menjadi sangat malas untuk mengakui dunia luar. Itu hanya sisi
subyektif pakar yang menyebut dirinya pakar. Sebenarnya, internet
menjadi ajang sosialisasi yang sangat menarik. Tingkat peluang
kebohongan dalam berselancar di internet memang sangat tinggi, misalnya
pemalsuan identitas, memposting berita-berita hoax, atau menyampaikan
isu-isu berbasis SARA. Akan tetapi, kita tidak menyadari bahwa
kejadian-kejadian seperti itu mengajarkan kita akan satu hal, bahwa
kejernihan berpikir harus diimbangi kepekaan perasaan. Orang yang
kritis, berpikir out of the box, kemudian kualitas perasaannya
tinggi akan terhindar dari kriminalitas dunia maya. Sebenarnya, ini sama
saja ketika kita bersosialisasi secara langsung.
Sekarang,
melanjutkan pengantar di atas, bagi saya internet menjadi tempat
pelarian saya ketika dunia nyata sudah tidak adil lagi. Inilah yang
dimaksud dengan kekecewaan pada realita. Bukannya menentang ketentuan
Tuhan, namun lebih ke refleksi diri, agar ketika kembali ke dunia nyata,
banyak referensi baru yang bisa dibawa.
Saya mengklasifikasikan kebutuhan internet saya sebagai berikut:
1. Menjadi tempat belajar.
Sebagai
mahasiswa, kebutuhan akan informasi adalah sebuah keharusan, dengan
tuntutan waktu yang singkat dan jadwal yang padat, internet ini sangat
membantu saya mengerjakan tugas-tugas saya.
2. Sebagai penyaluran hobi.
Saya
sorang mahasiswa yang sangat menyukai dunia tulis menulis. Setiap hari
kebutuhan itu harus dipenuhi. Internet menjadi media yang sangat ramah
untuk saya. Memposting tulisan di blog, mempublikasikannya,
kemudian membaca beberapa komentar dari teman-teman, dengan sendirinya
saya telah belajar untuk membuat segala sesuatu menjadi lebih baik,
mendengarkan saran orang lain, dan yang paling penting adalah kepuasan
batin menulis dan berbagi.
3. Menunjukkan sisi lain
Saya
senang menyembunyikan sebagian kepribadian saya. Jadi, kehidupan
sehari-hari hanya membuka separuh diri saya, selebihnya saya tunjukkan
di internet. Seperti dalam akun social network, tak banyak yang
menyangka kalau saya pribadi yang cengeng, peka, kurang percaya diri,
dan pemimpi yang hebat. Banyak teman-teman saya yang menilai saya
berbeda ketika berada dalam lingkungan sosial dengan lingkungan maya.
Begitu pula sebaliknya. Saya bisa mengenal sisi lain orang-orang di
sekitar saya dengan membaca tulisan di blognya atau status-status di
akun social network nya.
4. Sebagai bukti bahwa saya masih ada
Iya,
sejujurnya, saya adalah orang yang kurang percaya diri dalam pergaulan,
bahkan saya sering menyisihkan diri dari kehidupan sosial. Keseringan
juga merasa tidak nyaman dengan diri sendiri, penyakit psikologis yang
aneh, kemudian susah mencurahkan isi hati. Internet menjadi tempat saya
menunjukkan kepada semua orang bahwa saya masih ada, masih hidup dengan
tulisan-tulisan saya.
Inilah deretan kebutuhan hidup saya
tentang internet. Saya tidak akan menggantungkan hidup saya pada
internet, saya hanya ingin menyatakan bahwa internet adalah mediator
handal dalam hal mengemukakan kata-kata yang kaku di mulut, juga wajah
yang datar dalam keseharian sosial. Terkadang manusia membutuhkan tempat
lain untuk mengekspresikan dirinya, meninggalkan sejenak kehidupan
nyatanya, menuju dunia maya yang sebenarnya nyata. Terkadang manusia
membutuhkan itu untuk menemukan kepercayaan dirinya, mengungkap
kemampuan tersembunyinya, kemudian menggunakannya di kehidupan sosial
yang kejam . Seperti itulah saya memandang internet sebagai salah satu
gaya hidup juga salah satu tempat hidup di dunia yang berbeda, serta
dunia yang penuh dengan kebebasan tanpa aturan-aturan yang memberatkan
bahkan mengurung jati diri seperti yang terjadi dalam kehidupan nyata.
Sebagai
dunia lain, bisa juga dijadikan planet lain selain bumi. Ketika Anda
sudah jenuh dengan kehidupan nyata Anda, mengapa tidak internet menjadi
dunia baru yang bisa menampung semua kekecewaan, pribadi baru, watak
yang selama ini Anda sembunyikan? Bukannya bermaksud membuat topeng
dalam kehidupan Anda, namun lebih menyegarkan pikiran dan perasaan Anda,
bahwa selain dunia nyata ini, ada dunia yang bisa menentang semua
kekakuan realita, itulah dunia maya. Selamat berselancar di dunia maya,
selamat menemukan hal-hal baru, selamat menjadi orang-orang baru, agar
ketika kembali ke dunia nyata, Anda seperti segar kembali dengan
kekayaan apresiasi dan persepsi makna yang tinggi.
Memory Tertinggal
Andai Q seorang pelukis, kan ku abadikan keindahan itu dalam goresan diatas kain kanvas...
Andai Q seorang penyair, kan ku buat kenangan itu mjd bait-bait puisi terindah...
Andai Q seorang musikus, kan ku buat saat-saat itu mjd nada melodi yg indah...
Andai Q seorang fotografi, kan ku buat album foto khususnya...
Tp Q bkan slh stu darinya, dan kini Q hanya bisa menikmatinya saja...
Jumat, 13 September 2013
LONELY
Lonely, I'm Miss
lonely
I have nobody
I have nobody
For my owwnnn
Yo. this one here, this one goes out to all my plays, girl,
Yo. this one here, this one goes out to all my plays, girl,
You know, they got that one good friend
whose always been there
Took all the bullshit,
Then one day he can't take it no more and decides to leave
Yeah, I woke up in the middle of the night
And I noticed my friend wasn't by my side,
Could a sworn I was dreaming,
for him I was Feenin,
so I hadda take a little ride, back tracking ova these few years,
Took all the bullshit,
Then one day he can't take it no more and decides to leave
Yeah, I woke up in the middle of the night
And I noticed my friend wasn't by my side,
Could a sworn I was dreaming,
for him I was Feenin,
so I hadda take a little ride, back tracking ova these few years,
Tryng figure out wat I do to make it
go bad,
cuz Ever since my friend left me,
My whole life came crashin
I'm so lonely (so lonely),
I'm Miss Lonely (Miss Lonely)
I have nobody (I have nobody)
for my own
cuz Ever since my friend left me,
My whole life came crashin
I'm so lonely (so lonely),
I'm Miss Lonely (Miss Lonely)
I have nobody (I have nobody)
for my own
Can't
belive I hadd a friend like you
And I just let you walk right outt a my life,
After all I put youu through,
You still stuck around and stayed by my side,
What really hurt me is I broke our heart,
Baby you were a good friend and I had no right,
I really wanna make things right, cuz, without u in my life friend
Been all about the world ain't never met a friend
That can take the things that you been through,
Never thought the day would come
Where you would get up and run and I would be out chasing you,
Cuz ain't nowhere in the globe I'd rather be,
And ain't no one in the globe I'd rather see,
Then the friend of my dreams that made me be,
so happy but now so lonely
Never thought that I'd be alone,
I didn't think you'd be gone this long,
I just want you to call my phone,
So stop playing friend and come on home (come on home),
Baby friend I didn't mean to shout,
I want me and you to work it out,
I never wihed I'd ever hurt my baby,
And its drivin me crazy cuz...
So lonely Miss Lonely
Miss Lonely
And I just let you walk right outt a my life,
After all I put youu through,
You still stuck around and stayed by my side,
What really hurt me is I broke our heart,
Baby you were a good friend and I had no right,
I really wanna make things right, cuz, without u in my life friend
Been all about the world ain't never met a friend
That can take the things that you been through,
Never thought the day would come
Where you would get up and run and I would be out chasing you,
Cuz ain't nowhere in the globe I'd rather be,
And ain't no one in the globe I'd rather see,
Then the friend of my dreams that made me be,
so happy but now so lonely
Never thought that I'd be alone,
I didn't think you'd be gone this long,
I just want you to call my phone,
So stop playing friend and come on home (come on home),
Baby friend I didn't mean to shout,
I want me and you to work it out,
I never wihed I'd ever hurt my baby,
And its drivin me crazy cuz...
So lonely Miss Lonely
Miss Lonely
Langganan:
Komentar (Atom)





















